HARIANE JOGJA – Pertanyaan Firaun baik atau jahat mungkin bisa menjadi sangat membingungkan. Terlebih lagi, ada banyak Firaun di zaman Mesir Kuno.
Firaun baik atau jahat ternyata tergantung Firaun mana yang dimaksud. Firaun sendiri merupakan pemimpin pada zaman Mesir Kuno dan sering diidentikkan dengan kisah Nabi Musa As.
Firaun baik atau jahat jawabannya akan dibedah melalui beberapa pembahasan berikut.
Firaun Baik atau Jahat di Zaman Nabi Musa?
Siapa Firaun yang dimaksud pada zaman Nabi Musa sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Meskipun demikian, dilansir dari National Geographic, banyak ahli sejarah yang percaya Firaun yang dimaksud adalah Raja Ramses II.
Lantas, pada Zaman Nabi Musa, Firaun jahat atau baik? Disebutkan dalam laman Virtual Mosque, pada zaman ini Firaun selalu diidentikkan dengan sifat yang negatif. Sifat tersebut diantaranya:
Menyamai Tuhan
Sifat ini dapat dilihat ketika Firaun selalu mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan. Ketika Nabi Musa memberikan pesan tentang Tuhan itu Allah Yang Maha Esa, ia menyombongkan diri dan berkata bahwa ia tidak mempercayai Tuhan yang lain selain dirinya.
Arogan dan Otoriter
Pada zaman ini, Firaun membangun tirani di Mesir. Kekejamannya dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al-Qasas (28:4) yang artinya:
“Sesungguhnya Fir’aun meninggikan diri di negeri itu dan menjadikan penduduknya berkelompok-kelompok, menindas sebagian di antara mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup sebagian yang lain. Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Selalu Menolak Kebenaran dan Mencari Alasan
Firaun selalu menolak kebenaran bahwa Tuhan adalah Allah dan mencari alasan atau pembenaran lain terhadap apa yang dibawa Nabi Musa As.
Firaun Hebat Selain Ramses II
Jawaban Firaun baik atau jahat dapat dianalisis lewat para Firaun lain selain Ramses II. Berdasarkan informasi yang dirilis laman Sky History, berikut beberapa Firaun besar yang memimpin Mesir Kuno selain Ramses II.
Khufu (2589 – 2566 SM)
Khufu merupakan Firaun yang menyumbang bangunan piramida mesir di Giza. Ia juga dipercaya mencetuskan konsep mumifikasi dan menaruh dasar bagi pembangunan piramida di Mesir pada zaman setelahnya.
Hatshepsut (1478 – 1458 SM)
Hatshepsut merupakan Firaun wanita kedua yang dikonfirmasi. Ia memerintah Mesir pada Dinasti ke-18, dinasti kerajaan pertama di Kerajaan Baru (1550 – 1077).
Dinasti itu disebut-sebut sebagai ‘zaman keemasan’ para firaun serta masa paling makmur bagi kekaisaran. Pencapaian terbesar dari Hatshepsut adalah dibangunnya jaringan perdagangan yang luas serta kompleks kuil kamar mayat spektakulernya di Deir-el-Bahri yang mendahului Roma.
Amenhotep III (1388 – 1351 SM)
Pemerintahan Amenhotep dipercaya membuat Mesir mengalami masa yang aman, makmur, dan stabil. Peninggalan mencolok dari pemerintahan Amenhotep adalah adanya serangkaian lebih dari 200 scarab batu peringatan (kumbang berukir batu).
Batu tersebut mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting dalam dua belas tahun pertama dari tiga puluh tahun masa pemerintahannya. Batu-batu tersebut mampu tersebut ke seluruh negeri.
Cleopatra VII (51 – 30 SM)
Ratu Cleopatra dikenal sebagai Firaun yang sangat cantik dan suaranya sangat merdu. Sejarawan juga percaya Ia merupakan sosok yang sangat cerdik. Ia mampu memanfaatkan atribut fisiknya untuk memperluas kekuasaan.
Selain itu, ia juga terkenal dengan kemampuan linguistiknya. Meskipun bahasa aslinya adalah Yunani Koine, ia mampu berbicara dengan orang Mesir, Etiopia, Ibrani, Arab, dan Suriah.
Demikian informasi yang akan menjawab pertanyaan Firaun baik atau jahat. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji