HARIANE JOGJA – Daftar destinasi wisata religi Jogja terbaik berikut ini dapat menjadi referensi bagi setiap orang yang ingin menjelajah ke Kota Gudeg.
Wisata religi Jogja terbaik tak hanya menyuguhkan sisi agamis dari sejumlah tempat, tapi juga memperlihatkan seluk-beluk dari struktur masyarakat pada masa lalu dengan segenap perbedaan budaya, adat, hingga agamanya.
Daftar wisata religi Jogja di bawah ini akan sayang sekali apabila dilewatkan, terutama bagi yang ingin merasakan pengalaman liburan sambil belajar.
10 Wisata Religi Jogja Terbaik
Dikutip dari salah satu e-journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta, wisata religi merupakan salah satu jenis wisata yang memiliki keterkaitan dengan aspek keagamaan, baik aktivitas maupun corak tempatnya.
Wisata religi dapat diartikan sebagai kegiatan wisata ke beragam tempat yang memiliki makna khusus bagi penganut agama tertentu.
Dilansir dari laman Sibakul Jogja, berikut merupakan 10 wisata religi Jogja terbaik yang menarik dan bisa mendamaikan hati yang bisa dikunjungi saat berlibur ke Yogyakarta.
1. Masjid Gedhe Kauman
Masjid Gedhe Kauman didirikan pada masa pemerintahan Hamengku Buwono I. Masjid yang biasa dikenal dengan nama Masjid Agung Keraton ini terletak di alun-alun utara Yogyakarta.
Masjid Gedhe Kauman sendiri merupakan sebuah bangunan cagar budaya nasional yang menyajikan ornamen klasik berumur ratusan tahun.
2. Sendang Sriningsih
Sendang Sriningsih dahulu kerap digunakan masyarakat sebagai tempat semedi karena dianggap keramat. Pada masa itu namanya masih Sendang Duren.
Kemudian memasuki tahun 1935, namanya berubah menjadi Sendang Sriningsih dan mulai dibangun tempat ziarah di sana. Istilah Sriningsih sendiri bermakna perantara segenap karunia.
Pengunjung juga dapat mengambil air dari pancuran yang tersedia meski sumber asli Sendang Sriningsih tak lagi terlihat sekarang.
3. Goa Maria Tritis
Goa Maria Tritis menjadi destinasi wisata religi dengan nuansa Katolik yang bernilai unik. Hal ini karena pengunjung dapat merasakan sensasi alami yang lengkap dengan stalagmit dan stalaktit, alih-alih goa buatan.
Goa Maria Tritis di daerah Paliyan, Gunungkidul, dapat membuat siapa pun menikmati bunyi tetesan air serta cicit kelelawar yang berkeliaran di sekitar tempat tersebut.
4. Pura Vaikuntha Vyomantara
Letak Pura Vaikuntha Vyomantara berada dalam lingkup kompleks AAU daerah Janti, Yogyakarta. Namun tak berarti bahwa tempat tersebut ditujukan hanya untuk warga sekitar kesatuan TNI AU.
Pura dengan nuansa Bali ini juga diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin ikut serta melakukan persembahyangan.
5. Gereja Ganjuran di Bantul
Gereja Ganjuran di Bantul sejatinya bukan sebuah destinasi wisata, namun siapa saja boleh berkunjung meski tidak menjadi penganut agama Katolik.
Wisata religi Jogja yang satu ini dinilai cukup unik dengan menghadirkan sosok Bunda Maria dan Yesus dalam corak busana Hindu bercampur Jawa.
Tak hanya itu, di dalam gereja ini juga terdapat candi dengan patung Yesus yang kerap digunakan sejumlah jemaat untuk berdoa maupun merenung.
6. Klenteng Poncowinatan
Klenteng Poncowinatan atau Kwan Tee Kiong merupakan sebuah bangunan yang dipenuhi oleh corak warna kuning keemasan dan merah di setiap sudut ornamennya.
Adapun ujung atap yang tampak meruncing menjadi salah satu karakteristik wilayah Pasar Kranggan di Jalan Poncowinatan.
7. Klenteng Gondomanan
Klenteng Gondomanan atau Bhudda Prabha merupakan salah satu warisan etnis Tionghoa yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Nomor 3, Gondomanan, Yogyakarta.
Klenteng ini menjadi monumen bersejarah dengan nilai spiritual tinggi yang keberadaannya sangat penting sebagai tolak ukur perkembangan kultur Tionghoa di Yogyakarta.
Masyarakat yang hadir sebagai pengunjung dapat melakukan ritual doa (khususnya penganut agama Buddha atau etnis Tionghoa), mengikuti beberapa acara keagamaan, atau sebatas menikmati nilai ekspresif estetikanya.
8. Masjid Pathok Nagoro
Masjid Pathok Nagoro berarti masjid kagungan dalem di wilayah nagaragung yang berfungsi sebagai tempat pertahanan rakyat, kepeluan religius, serta menjadi tanda dominasi seorang raja.
Adapun lima masjid Pathok .Nagoro yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta adalah, sebagai berikut:
– Masjid Babadan: berada pada sisi timur kota, yaitu di Babadan, Bantul, Kauman, dan Banguntapan
– Masjid Mlangi: berada pada sisi barat laut, yaitu di Nogotirto, Sleman, Mlangi, dan Gamping
– Masjid Dongkelan: berada pada sisi barat daya, yaitu di Dongkelan, Bantul, Kauman, dan Tirtonirmolo
– Masjid Wonokromo: berada pada sisi selatan kota, yaitu di Plered, Wonokromo, dan Bantul
– Masjid Plosokuning: berapa pada sisi utara kota, yaitu di Ngaglik, Ploso Kuning, dan Sleman
9. Sendang Sono
Pada tahun 1904, Romo Van Lith melakukan pembaptisan pada 173 penduduk Kalibawang Kulonprogo dengan air sendang. Peristiwa tersebut diabadikan dalam salah satu kapel berupa relief.
Tak lama setelahnya Sendang Sono menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik. Kompleks ziarah di tempat ini sendiri terdiri dari goa Maria, sungai, lokasi Jalan Salib, pendopo, hingga sejumlah kapel kecil maupun kios.
10. Masjid Gedhe Mataram Kotagede
Salah satu masjid tertua yang didirikan pada zaman kejayaan kerajaan Mataram naungan Sultan Agung ini berada di kawasan wisata heritage Kotagede, Yogyakarta.
Masjid ini kental dengan gaya klasik nusantara dan sangat cocok dikunjungi oleh setiap wisatawan, khususnya bagi para muslim yang ingin mendapatkan kedamaian hati saat sholat di sini.
Itulah beberapa penjelasan mengenai wisata religi Jogja terbaik yang bisa dikunjungi saat berlibur ke Yogyakarta. **** (Kontributor: Irena Dyah Kristina)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026