7 Penemu Muslim Dunia yang Berkontribusi bagi Kemajuan Peradaban Masyarakat

HARIANE JOGJA – Para penemu muslim dunia berikut ini dapat menambah pengetahuan sekaligus menjadi motivasi untuk turut berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara.

Bagi sebagian orang, penemu muslim dan penemuannya mungkin terdengar agak ketinggalan zaman karena banyak yang berkata bahwa negara Barat adalah contoh terbaik apabila ingin sukses dalam meraih impian karier.

Padahal penemu muslim di dunia juga tidak kalah keren dengan ilmuwan Barat, bahkan banyak di antaranya yang menjadi pelopor dalam berbagai aspek penting kehidupan masyarakat kekinian.

Salah satunya adalah ahli kedokteran Ibnu Sina yang dikenal mampu melakukan operasi tulang pada abad ke-11, ketika teknologi masih sangat jauh dibandingkan saat ini.

BACA JUGA:  7 Cara Mengatasi Bosan Belajar, Simak Rahasia Jerome Polin Berikut

7 Penemu Muslim Dunia

Berikut merupakan tujuh penemu muslim yang berkontribusi dan memiliki jasa bagi kemajuan peradaban masyarakat modern:

1. Ibnu Battuta (Sang Penjelajah Dunia)

Selama 29 tahun pada rentang abad ke-14, Ibnu Battuta melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia dan telah berhasil sampai ke 44 negara, seperti yang dikutip dari laman SMA Islam Sabilal Muhtadin.

Adapun sejumlah negara tersebut seperti Mesir, Persia, Anatolia, Afghanistan, Maladewa, Bengal, Tiongkok, Spanyol, Afrika, Suriah, Teluk Arab, Turkistan, India, Srilanka, Sumatera, hingga Sardinia.

Perjalanan ditujukan untuk misi dakwah dan menyampaikan kebenaran pada setiap wilayah yang dikunjungi, alih-alih menjajah atau menguasainya.

Dari sana penjelajah dunia satu ini menulis buku Ar-Rihlah seputar sejarah Islam.

2. Ibnu Sina (Bapak Kedokteran)

Penemu Muslim Dunia
Salah satu penemu muslim yang berkontribusi dalam dunia kedokteran adalah Ibnu Sina. (Ilustrasi: Pexel/Jonathan Borba)

Ibnu Sina atau Avicenna yang hidup pada abad ke-11 terkenal sanggup melakukan berbagai macam model operasi kepada orang yang sakit, salah satunya seperti operasi tulang.

Selain ahli dalam bidang kedokteran, ahli kedokteran Ibnu Sina juga kerap mendalami ilmu seputar kelogisan fenomena alam.

Hal itu tampak pada pengamatannya terhadap alur pembentukan awan, penyebab gempa bumi, hingga asal-muasal air.

Sebuah magnum opus Ibnu Sina berupa buku Al Qanun fi at-Tibb menjadi rujukan sampai akhir abad ke-19. Kemudian buku tersebut diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul Canon of Medicine dan menjadi landasan bagi kedokteran Barat dewasa ini.

BACA JUGA:  Daftar Pemenang Grammy Award 2023 Terlengkap dan Terupdate

3. Al Jazari (Sang Insinyur Mesin)

Pada masa abad ke -12 di Turki, penemu muslim dan penemuannya ini menciptakan sebuah jam gajah yang dapat dimanfaatkan sebagai penentu waktu puasa, haji, serta sholat.

Jam yang didorong aliran air tersebut dapat mengukur waktu secara akurat.

Di samping itu, Al Jazari juga membuat sebuah mesin pompa air guna mempermudah umat Islam untuk berwudhu sebelum melaksanakan ibadah.

4. Jabir Ibnu Hayyan (Bapak Distilasi)

Sejak abad ke-8, Ibnu Hayyan menjadi seorang tokoh muslim yang berfokus pada upaya penyempurnaan produk parfum.

Bapak Distilasi satu inilah yang mengenalkan masyarakat modern pada berbagai macam percobaan kimiawi, seperti pencairan, pemurnian, sublimasi, kristalisasi, oksidasi, dan lain sebagainya.

5. Ibnu Al Haytham (Bapak Optik Modern)

Penemu Muslim Dunia
Penemu muslim juga ada yang berjasa dalam pengembangan ilmu optik, yaitu Ibnu Al Haytham. (Ilustrasi: Pexels/Karolina Grabowska)

Dilansir dari laman PAUD IT Al Hasanah Bengkulu, penemu muslim dan penemuannya selanjutnya adalah Ibnu Al Haytham yang dijuluki sebagai Bapak Optik Modern.

Dalam salah satu bukunya yang berjudul Kitab al-Manazir (Book of Optics), Al Haytham berhasil menjabarkan cara kerja optik mata manusia secara terperinci saat menangkap gambar dari luar.

Penulis dari buku yang kemudian menjadi rujukan ilmu optik modern tersebut mendedikasikan diri pada berbagai penelitian seputar cermin, lensa, serta dispersi cahaya.

6. Al-Khawarizmi (Ahli Matematika)

Ahli matematika Islam yang memiliki nama asli Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi merupakan seorang penemu rumus perhitungan aljabar, algoritma, serta sistem penomoran.

Ilmuwan kenamaan Persia ini juga cukup dikenal mampu menguasai berbagai bidang ilmu lain, contohnya seperti astronomi dan astrologi.

7. Ibnu Khaldun (Bapak Pendiri Sejumlah Ilmu Sosial)

Penemu muslim asal Tunisia ini kerap dikenal sebagai bapak pendiri ilmu sosiologi, ekonomi, serta historiografi.

Sejumlah tulisannya yang bernuansa analitis pun telah banyak tersebar di kalangan masyarakat sejak menginjak usia remaja.

Jauh sebelum adanya ekonom David Ricardo dan Adam Smith, Ibnu Khaldun telah mencetuskan pemikiran tentang beberapa teori ekonomi yang realistis dan logis.

Di antara seluruh magnum opus yang ditulis oleh seorang hafiz Qur’an ini sepanjang hidup, terdapat salah satu karyanya yang populer di era modern yaitu Muqadimmah.

BACA JUGA:  Daftar Dana Siaga JMO BPJS Ketenagakerjaan, Cara Mudah Dapat Pinjaman Tunai dalam 15 Menit

Itulah beberapa fakta mengenai tujuh penemu muslim dunia yang berkontribusi bagi kemajuan peradaban masyarakat. **** (Kontributor: Irena Dyah Kristina)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com