HARIANEJOGJA – Cara mengatasi hustle culture penting untuk diketahui saat ini karena istilah ini memiliki makna budaya kerja berlebihan yang banyak dilakukan masyarakat dengan alasan demi mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Sebelum paham soal cara mengatasi hustle culture ketahui bahwa istilah ini diambil dari bahasa Inggris dan diartikan sebagai budaya workaholic atau gila kerja.
Tak sedikit influencer yang memberikan pendapat mengenai dampak buruk budaya ini serta cara mengatasi hustle culture di era revolusi industri 4.0, contohnya seperti Gita Savitri Devi.
Berikut ini merupakan lima cara mengatasi hustle culture secara efektif dan efisien.
1. Hindari Membandingkan Pencapaian Diri dengan Orang Lain

Dilansir dari Universitas Sampoerna, cara mengatasi hustle culture yang pertama adalah menghindari upaya membandingkan pencapaian diri dengan orang lain.
Semua unggahan di media sosial yang bebas diakses oleh siapa saja berpotensi memengaruhi setiap orang yang melihatnya. Hal itu tak jarang membuat keinginan untuk memiliki pencapaian maupun kesuksesan seperti orang lain semakin bertambah.
Sangat penting untuk merombak pola pikir menjadi lebih terbuka dengan pemahaman yang tepat mengenai persepsi terhadap kegagalan serta perbedaan fase kehidupan antar satu sama lain.
Tidak perlu membandingkan pencapaian diri dengan orang lain. Cukup buat standar kesuksesan pribadi karena setiap orang memiliki jalannya masing-masing dalam mendapatkan suatu pencapaian maupun kesuksesan.
2. Mencari Hobi di Luar Pekerjaan

Cara mengatasi hustle culture yang ke dua yaitu dengan mencari hobi di luar pekerjaan.
Entah sekadar menonton film kesukaan, minum teh hangat sambil memandang langit, atau jalan-jalan sore di area taman, yang terpenting adalah menikmati waktu bersama hobi tanpa diganggu oleh deadline pekerjaan.
Waktu bersantai sangatlah berarti. Gunakan waktu tersebut semaksimal mungkin untuk melepas segala lelah dan penat karena pekerjaan.
Menjalani hobi maupun segala hal yang disukai sangat baik untuk membuat hidup makin seimbang dan mengurangi risiko stres akibat tekanan kerja.
3. Mengetahui Batasan Diri

Cara mengatasi hustle culture berikutnya adalah dengan mengetahui batasan diri.
Mengetahui batasan diri dengan tidak memaksakan segalanya harus terlaksana dalam rentang waktu tertentu sampai lupa istirahat merupakan salah satu cara mencegah hustle culture yang dinilai efektif dan efisien.
Selalu buat batasan yang jelas antara kerja secara profesional, me time, dan berbagai aspek penting lainnya dalam hidup. Jangan pernah memaksakan diri sendiri demi memenuhi standar kesuksesan masyarakat yang tak manusiawi.
4. Mengubah Pola Pikir Tentang Kerja

Cara mengatasi hustle culture ke empat yang dikutip dari kanal YouTube Gita Savitri Devi adalah mengubah pola pikir tentang kerja.
Kerja seringkali dipandang sebagai suatu hal yang harus diupayakan semaksimal mungkin agar bisa mendapatkan hasil akhir yang diinginkan.
Mirisnya, hustle culture membuat kesuksesan seseorang dalam dunia kerja seakan-akan dinilai berdasarkan pencapaiannya dalam aspek finansial saja. Padahal masih banyak aspek-aspek lain yang juga perlu diperhatikan demi membangun keseimbangan dalam hidup.
Oleh karena itu, penting halnya untuk mengubah pola pikir tentang kerja yang semula “hidup untuk kerja” menjadi “kerja untuk hidup”.
5. Meningkatkan Self-awareness

Cara mengatasi hustle culture ke lima sekaligus terakhir adalah meningkatkan self-awareness.
Pengertian dari self-awareness adalah sebuah bentuk kesadaran diri di mana individu mampu mengidentifikasi serta memahami dirinya secara menyeluruh.
Self-awareness sendiri memiliki beberapa bentuk realisasinya seperti mengerti apa yang paling diinginkan, memahami hal-hal apa yang dinilai penting dalam hidup, hingga mampu mengelola emosi yang sedang dirasakan dengan optimal.
Meningkatkan self-awareness sangat penting agar seseorang dapat lebih mengenal diri sendiri dan tidak mudah terbawa arus standar orang lain yang bisa jadi kurang cocok dengan nilai, tujuan, serta kebiasaan hidup personal.
Itu dia cara mengatasi hustle culture yang bisa membantu untuk mengubah pola pikir si workaholic. ****
(Kontributor: Irena Dyah Kristina)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji