HARIANE JOGJA – Tudingan Nikita Mirzani ke Bunda Corla semakin membuat perseteruan antara keduanya memanas.
Munculnya beberapa tudingan Nikita Mirzani ke Bunda Corla diduga berawal dari api perseteruan yang dipicu penggunaan kosmetik MS Glow oleh perempuan yang bertahun-tahun tinggal di Jerman itu.
Seluruh tudingan Nikita Mirzani (Nikmir) ke Bunda Corla tersebut dilayangkan untuk menjatuhkan perempuan yang dipanggil bunda oleh sebagian netizen ini.
Bunda Corla mulai dikenal sejak video live Instagram-nya banyak diunggah ke TikTok. Dalam video tersebut, dirinya nampak begitu asik menikmati lagu Hamil Duluan.
Sejak saat itu Bunda Corla sering melakukan live ketika sedang mendengarkan lagu dangdut Indonesia, seperti No Comment dan beberapa lainnya.
Ketika sedang live, Bunda Corla sering kali berbincang dengan menjawab komentar-komentar dari netizen.
Kemudian diketahui bahwa ia merupakan seorang perempuan asal Indonesia yang telah lama tinggal di Jerman. Ia juga mengaku bahwa dulunya sempat berteman dekat dengan Olga Syahputra.
Seiring dengan ketenarannya di kalangan netizen Indonesia, Bunda Corla akhirnya merilis beberapa lagu sendiri yang diunggah ke kanal Youtube Sani Musik Indonesia. Bunda Corla kemudian memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Awal Perseteruan Nikita Mirzani dan Bunda Corla
Keterlibatan antara Bunda Corla dengan Ivan Gunawan dan Maharani (pemilik MS Glow) diduga menimbulkan perseteruan antara keduanya seperti yang dikatakan Nikita Mirzani ketika sedang live bersama Bunda Corla.
Dilansir dari unggahan TikTok akun @_anakbundacorla2_, Nikita mempertanyakan mengapa Bunda Corla menggunakan dan mempromosikan produk MS Glow dengan bayaran hanya Rp 500 juta.
Pasalnya, semasa di Jerman, Nikita pernah memberi uang Rp 100 juta pada Bunda Corla.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @andikaranauu, Nikita juga mengatakan bahwa Ivan Gunawan dan Maharani pernah mendukunkan dirinya.
4 Tudingan Nikita Mirzani ke Bunda Corla
Adanya perseteruan Nikita Mirzani dan Bunda Corla menjadikan Nikita tak segan mengulik hal-hal terkait Bunda Corla.
1. Bunda Corla merupakan Transgender
Salah satu tudingan Nikira Mirzani ke Bunda Corla tampak dalam video live Instagram Nikita Mirzani yang sempat diunggah ulang oleh akun TikTok @sarashania956, ia mengatakan bahwa Bunda Corla adalah transgender.
Nikita juga mengimbau kepada televisi Indonesia untuk tidak mengundang Bunda Corla ke acara-acara televisi karena identitasnya.
Dalam live yang diunggah akun TikTok @kyubiii1717, ketika netizen menudingnya iri dengan Bunda Corla, Nikita bahkan menjawab bahwa ia tidak akan merasa iri dengan seseorang yang tidak punya rahim.
Nikita bahkan mengungkap bahwa nama asli Bunda Corla adalah Indra.
2. Bunda Corla Pernah Jadi PSK
Dalam live lainnya yang diunggah akun TikTok @kyubiii1717, Nikita juga menyebut bahwa Bunda Corla pernah bekerja sebagai PSK di rumah bordil selama bertahun-tahun.
Nikita menambahkan bahwa Bunda Corla bekerja di rumah bordil legal di Jerman dengan syarat membayar pajak tetapi ia tidak membayar.
3. Bunda Corla Pernah Menggunakan Narkoba
Nikita Mirzani juga mengatakan bahwa Bunda Corla pernah memakai narkoba.
4. Bunda Corla Diblacklist Pemerintah Jerman
Dilansir dari unggahan akun TikTok @viralsay01, Nikita mengungkap bahwa Bunda Corla tidak membayar pajak di Jerman selama 20 tahun berjumlah sebesar 500 Ribu Euro yang jika rupiahkan setara dengan 8 Milyar.
Nikita melanjutkan bahwa jika Bunda Corla kembali ke Jerman, ia tidak akan bisa menyewa atau tinggal di rumah siapapun karena ia akan masuk ke penjara sekembalinya ke Jerman.
Itulah deretan tudingan Nikita Mirzani ke Bunda Corla dalam keriuhan perseteruan keduanya. **** (Kontributor: Elmita Amalya Ahsani)
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Zakie Hakim
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026