4 Peristiwa Ekonomi Selama 2022, Mulai dari NFT hingga Jatuhnya Perusahaan Rintisan

HARIANE JOGJA – Setidaknya ada empat peristiwa ekonomi selama 2022 yang terjadi di beberapa sektor, mulai dari digital, politik, hingga komoditas.

Salah satu peristiwa ekonomi selama 2022 ini adalah jatuhnya perusahaan rintisan (start-up) dengan menunjukkan penurunan performa.

Oleh karena itu, analisa terhadap peristiwa ekonomi selama 2022 menjadi penting untuk dipahami agar dapat dijadikan pembelajaran dalam menjalani tahun 2023.

Berikut beberapa peristiwa ekonomi selama 2022, dilansir dari kanal YouTube Ferry Irwandi, seorang content creator lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang berpengalaman kerja di Kementerian Keuangan RI.

BACA JUGA:  Ditemukan 37 Kasus Leptospirosis di Bantul, 6 Orang Meninggal Dunia

4 Peristiwa Ekonomi Selama 2022

Bitcoin
Ilustrasi cryptocurrency (Foto: Unsplash/Raphael Wild)

1. Cryptocurrency

Cryptocurrency atau yang sering disingkat sebagai crypto banyak digadang – gadang sebagai mata uang masa depan, terutama selama era pandemi.

Optimisme terhadap crypto ini beralasan, mengingat pada awal 2022 Bitcoin sedang berada pada posisi All Time High (ATH) yang berada pada nilai $68.000 untuk 1 Btc.

Namun terkait hal ini, Ferry memiliki prediksi lain. Bitcoin akan mengalami posisi bearish, stagnan atau mengalami penurunan.

“Bitcoin akan bearish dalam waktu yang dekat,” ungkap Ferry.

Prediksi ini didasarkan pada asumsi bahwa pasar crypto dibangun di atas sistem ekonomi naratif yang sangat fluktuatif.

Ekonomi naratif yang sangat bergantung pada kepopuleran satu topik tertentu untuk mempengaruhi perekonomian terbukti tidak cukup kuat, dan menyebabkan kejatuhan tak hanya Bitcoin, namun juga Terra Luna dan FTX.

2. Non-Fungible Token (NFT)

NFT merupakan sebuah token, atau aset digital yang tidak dapat ditukar dan dapat dicek keasliannya. NFT juga merupakan salah satu dari 4 peristiwa ekonomi selama 2022.

NFT menjadi tren di Indonesia tidak lain disebabkan oleh meledaknya berita mengenai Ghozali everyday yang mendadak kaya raya akibat menjual banyak hasil swafotonya sebagai NFT.

Namun layaknya crypto, Ferry juga melihat ini sebagai bentuk dari ekonomi naratif. Sayangnya banyak masyarakat yang tidak memahami ekonomi sehingga termakan tren NFT.

“Kita harus memahami dasar ekonomi itu sendiri seperti transaksi, nilai ekonomi, permintaan penawaran, dan beberapa hal fundamental lain,” pesan pria yang baru saja resign dari Kementerian Keuangan tersebut.

Dengan pemahaman mengenai ekonomi dasar, Ferry berpendapat bahwa masyarakat dapat menghindari jebakan tren seperti NFT.

3. Kejatuhan Perusahaan Rintisan

Meski telah ada sejak lama, banyak perusahaan rintisan, atau yang acap disebut start-up mulai menunjukkan penurunan performa di 2022.

“Selama ini banyak start-up itu dijalankan dengan proses burn money,” ungkap Ferry.

Burn Money atau bakar uang adalah istilah yang dipakai untuk menyebut upaya menjalankan perusahaan tanpa memperdulikan untung.

Hal ini bermasalah karena di 2022 suku bunga Dolar Amerika mengalami peningkatan sehingga banyak investor yang menarik investasinya untuk dimasukkan dalam deposito.

Akibatnya banyak perusahaan rintisan yang kekurangan dana operasional, sehingga harus melakukan PHK besar – besaran, bahkan banyak yang gulung tikar.

BACA JUGA:  China Buka Perbatasan Hong Kong Setelah Tiga Tahun: Buka Pintu Ekonomi atau Kematian?

4. Perang Rusia-Ukraina

Perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung hingga sekarang menyebabkan krisis di sejumlah negara di dunia. Hal ini turut diperparah dengan belum adanya titik terang akan berakhirnya konflik dalam waktu dekat.

Mulai dari ketersediaan hingga harga bahan bakar dan pangan terkena dampak dari perang tersebut. Kenaikan harga dan kelangkaan komoditas ini berdampak buruk bagi sejumlah negara.

Eropa yang sedang menghadapi musim dingin sangat terdampak karena kesulitan mendapat bahan bakar untuk menghangatkan rumah.

“Walaupun kita (Indonesia) relatif lebih stabil, tapi kita tidak lepas dari ancaman,” ungkap Ferry terkait dampak Perang Rusia-Ukraina.

Demikian empat peristiwa ekonomi selama 2022 yang terjadi di beberapa sektor. **** (Kontributor: Putra Ramadhan)

Baca artikel menarik lainnya di hariane.com