HARIANEJOGJA – Cara mengendalikan emosi dan kemarahan berikut ini akan membantu agar tetap tenang saat situasi menjadi sulit terkontrol.
Cara mengendalikan emosi dan kemarahan ini sangat penting dilakukan agar terhindar dari melakukan sesuatu yang mungkin akan disesali.
Salah satu cara mengendalikan emosi dan kemarahan yang memuncak adalah dengan menarik napas dalam-dalam.
Namun selain itu masih ada banyak cara mengendalikan emosi dan kemarahan yang dapat dilakukan, seperti berikut ini.
10 Cara Mengendalikan Emosi dan Kemarahan Agar Tetap Tenang
Dilansir dari Healthline, sebelum amarah semakin memuncak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan amarah.

Berikut merupakan 10 hal sederhana yang dapat dicoba untuk mengendalikan kemarahan agar tetap tenang.
1. Berhitung
Cara untuk mengendalikan emosi atau amarah yang pertama yakni dengan berhitung.
Saat emosi mulai naik, cobalah untuk menghitung mundur atau naik sampai hitungan ke sepuluh. Namun jika benar-benar sudah marah, mulailah dari 100.
Hal ini akan membantu detak jantung menjadi lambat sehingga emosi dan amarah yang dirasakan akan mereda.
2. Ambil Napas
Mengambil napas dalam-dalam juga menjadi salah satu cara yang ampuh untuk mengendalikan emosi dan kemarahan.
Cobalah untuk menarik napas dalam-dalam kemudian hembuskan dari mulut selama beberapa kali.
3. Diam
Saat emosi dan amarah mulai naik, terkadang perkataan menjadi tidak terkontrol. Hal ini tentu berpotensi membuat penyesalan di akhir.
Maka dari itu, cobalah untuk diam dengan mengatupkan mulut secara rapat agar memperoleh jeda waktu untuk berpikir dengan lebih jernih.
4. Menulis
Cara untuk mengendalikan amarah berikutnya yaitu dengan menulis di buku jurnal pribadi.
Menulis adalah salah satu cara untuk menenangkan diri dan menilai kembali peristiwa yang membuat emosi atau amarah melonjak naik.
5. Bicara dengan seorang teman
Saat amarah atau emosi mulai naik, cobalah untuk mencari teman yang dapat dipercaya untuk bertukar cerita.
Berbicara dengan orang lain dapat memberikan perspektif baru dalam menilai segala sesuatu yang dapat memicu emosi.
6. Mengubah rutinitas
Mengubah rutinitas ini juga dapat dilakukan apabila penyebab emosi atau amarah meningkat adalah kemacetan yang menghambat perjalanan.
Maka dari itu, cobalah untuk mencari alternatif rute lain yang tidak akan mengesalkan.
7. Ambil jeda waktu
Cobalah untuk memberi waktu pada diri sendiri untuk istirahat dengan menjauh dari orang lain selama beberapa saat.
Di waktu yang tenang ini adalah saat untuk menilai dan memproses peristiwa yang terjadi agar diri menjadi lebih tenang.
8. Dengarkan lagu kesukaan
Saat emosi mulai menguasai pikiran, cobalah untuk memutar lagu kesukaan dan biarkan pikiran larut dalam lagu tersebut. Dengan begitu, emosi dan amarah akan menjadi lebih reda.
9. Lakukan olahraga ringan

Olahraga dapat bermanfaat untuk menenangkan saraf dan mengurangi kemarahan. Jalan-jalan atau naik sepeda merupakan jenis kegiatan yang dapat dicoba.
10. Tertawa
Emosi yang negatif dapat diperbaiki dengan suasana hati yang baik. Cobalah untuk meredakan amarah dan emosi dengan kegiatan lain yang menyenangkan, contohnya menonton film lucu.
Itulah 10 cara mengendalikan emosi dan kemarahan yang dapat dicoba saat amarah mulai menguasai diri. ****
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026