Viral Kurir Paket Meninggal di Jakarta Barat, Begini Keterangan Pihak Kepolisian

HARIANE JOGJA – Kurir paket meninggal di Jakarta Barat yang viral di media sosial telah mendapat tanggapan dari pihak Kepolisian Sektor Kembangan pada 15 Februari 2023 lalu.

Diketahui sebelumnya, unggahan kurir paket meninggal di Kembangan tersebut beredar ramai di media sosial Twitter dan Instagram.

Dalam unggahan tersebut, kurir paket yang meninggal tersebut tergeletak di tanah dalam kondisi masih membawa dua tumpuk paket di bagian belakang dan setumpuk di bagian depan motornya.

Ia jatuh dengan kondisi masih menggunakan helm kuning lengkap dengan jaket dan tas melekat di badannya.

Pihak Keluarga Angkat Bicara Soal Kurir Paket Meninggal di Jakarta Barat

Seperti yang dilaporkan akun @merekamjakarta, pihak Polsek Kembangan menduga kurir terkena serangan jantung.

Kompol Ubaidillah selaku Kapolsek Kembangan mengonfirmasi kejadian kurir paket meninggal kelelahan di Jl. Intercon Taman Kebon Jeruk Blok J4 Rt. 02/12 Kel. Srengseng Kec. Kembangan Jakarta Barat.

“Hasil pemeriksaan awal di lokasi tidak adanya bekas penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal oleh tim identifikasi pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan apapun pada korban.

Kronologi Viralnya Kurir Paket Meninggal Kelelahan

Korban kasus kurir paket meninggal kelelahan diketahui bernama Yulan Susilo (42) warga kp Slipi RT 008/004, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta barat.

Viralnya kasus ini bermula dari cuitan Arif Novianto di akun Twitter @arifnovianti_id pada 15 Februari 2023 yang menyoroti meninggalnya seorang kurir saat mengantar paket.

Akun tersbeut juga mengungkap informasi yang diterima dari kawan korban bahwa sebab meninggalnya Almarhum Yulan adalah karena kelelahan.

Cuitannya tersebut lalu mendapat banyak tanggapan dari warganet dan menjadi viral.

Kondisi kerja yang berat dan minimnya perlindungan membuat mereka bekerja dengan penuh kerentanan”, cuitnya saat menyoroti sistem kerja kurir.

Ia juga mempermasalahkan soal sistem kerja bebas yang tidak memiliki batasan waktu. Para mitra mengatur sendiri jam kerja mereka.

Menurutnya, terkait dengan kasus kurir paket meninggal di Jakarta Barat, aturan kerja tersebut justru membuat para mitra didorong bekerja sekeras-kerasnya. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com