HARIANE JOGJA – ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta akan diselenggarakan pada 2-5 Februari mendatang dengan mengangkat tema Journey to Wonderful Destination.
Penyelenggaraan ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta lantaran Jogja diakui memiliki komitmen yang luar biasa, mulai dari ekosistem pariwisata serta sektor industrinya yang sangat kompak.
Mengutip dari unggahan akun Instagram Sandiaga Uno, ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta seperti mengulang 20 tahun yang lalu, di mana Jogja menjadi tuan rumah kegiatan bertaraf internasional yang mulai dibentuk sejak 1981 ini.
Namun dalam sejarahnya, Indonesia juga mempunyai peran dalam perkembangan kerjasama pariwisata di kawasan ASEAN sejak 1976. Itulah sebabnya Indonesia berkesempatan untuk menjadi tuan rumah dari acara ini.
Lantas, seperti apa persiapan ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta? Berikut informasi lengkapnya.
Persiapan ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Jogja, Aji selaku Sekretaris Daerah Yogyakarta mengungkapkan kesiapannya dalam acara Rerasan Golek Solusi (Regol) di Paniradya, Yogyakarta.
Aji juga mengungkapkan persiapan yang sudah dilakukan pemerintah daerah untuk kegiatan ATF ini mulai dari infrastruktur sampai dengan memberikan edukasi kepada masyarakat Yogyakarta.
Saat ini kelengkapan infrastruktur di Yogyakarta Internasional Airport serta hotel-hotel yang terkoneksi dengan destinasi wisata sudah disiapkan dengan baik.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan agar masyarakat dapat menikmati kegiatan Asean Tourism Forum sehingga bisa memberikan kenyamanan serta kepuasan bagi para tamu khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Dalam kegiatan Asean Tourism Forum akan diselenggarakan di Yogyakarta para tamu nantinya diajak berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Yogya. Tidak hanya pariwisata alam, tetapi juga budaya serta adat istiadatnya.
Sebagai dukungan, GKR Bendara selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Yogyakarta mengungkapkan Asean Tourism Forum menjadi kesempatan yang sangat baik bagi pemerintah daerah Yogyakarta.
Mengingat bahwa ATF ini merupakan usaha regional untuk mempromosikan kawasan ASEAN sebagai satu destinasi wisata, terlebih melibatkan semua sektor industri pariwisata dari 10 negara anggota ASEAN.
Mengutip dari Instagram resmi Kemenparekraf, dengan mengundang 10 negara ASEAN ditambah India, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan Rusia, diharap mampu menggerakkan sektor parekraf serta menciptakan lapangan kerja dengan perputaran uang dan transaksinya mencapai 100 juta dolar.
Saat G20 sebagai perbandingan dimana bisa meningkatkan dampak ekonomi 500 juta dollar, maka di level ASEAN karena ini 10 Negara akan sangat beruntung kalau bisa mencapai 100 juta dollar dari target dampak perputaran maupun juga potensi transaksi.
ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta menjadi sebuah kegiatan besar dengan melibatkan banyak negara lainnya sehingga perlu persiapan yang matang agar berjalan dengan lancar. **** (Kontributor: Marine Lugina Muthmainah)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji