Penyebab Perilaku Impulsive Buying, Kenali 3 Ciri Belanja Dadakan yang Perlu Dihindari

HARIANE JOGJA – Mengenal perilaku impulsive buying perlu dilakukan karena seringkali seseorang tidak sadar ketika berbelanja secara berlebihan.

Pasalnya, berbelanja merupakan hal yang menyenangkan bagi kebanyakan orang dan kegiatan ini tergolong cukup banyak diminati.

Namun secara tidak sadar seseorang seringkali membeli barang hanya berdasarkan rasa keinginan dan kesenangan semata.

Perilaku konsumen dalam melakukan kegiatan pembelian suatu produk tanpa adanya tahap perencanaan terlebih dahulu disebut dengan istilah impulsive buying.

BACA JUGA:  Dampak Korupsi di Indonesia: Jumlah Keuangan Negara yang Diselamatkan KPK Capai Rp 63,9 T

Penyebab Perilaku Impulsive Buying

Dengan mengenal perilaku impulsive buying, seseorang akan terhindar dari sifat boros yang diakibatkan karena belanja secara berlebihan.

Menurut Cambrige Dictionary, impulsive buying adalah tindakan membeli sesuatu secara tiba-tiba karena menginginkannya saat melihat barang tersebut walaupun sebelumnya tidak direncanakan untuk dibeli.

Secara umum, perilaku impulsive buying disebabkan oleh beberapa faktor seperti lingkungan, kepribadian, produk, perbedaan geografis, dan aspek budaya.

Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa kelompok remaja yang berusia 18-21 tahun merupakan kelompok usia yang memiliki kecenderungan yang tinggi untuk melakukan impulsive buying dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Perempuan memiliki kecenderungan melakukan impulsive buying pada produk yang sedang diskon, sedangkan laki-laki cenderung berbelanja secara impulsif pada produk yang memberikan hadiah pembelian seperti yang dirilis dalam Jurnal Psikologi.

Admin