HARIANE JOGJA – Mengenal perilaku impulsive buying perlu dilakukan karena seringkali seseorang tidak sadar ketika berbelanja secara berlebihan.
Pasalnya, berbelanja merupakan hal yang menyenangkan bagi kebanyakan orang dan kegiatan ini tergolong cukup banyak diminati.
Namun secara tidak sadar seseorang seringkali membeli barang hanya berdasarkan rasa keinginan dan kesenangan semata.
Perilaku konsumen dalam melakukan kegiatan pembelian suatu produk tanpa adanya tahap perencanaan terlebih dahulu disebut dengan istilah impulsive buying.
Penyebab Perilaku Impulsive Buying
Dengan mengenal perilaku impulsive buying, seseorang akan terhindar dari sifat boros yang diakibatkan karena belanja secara berlebihan.
Menurut Cambrige Dictionary, impulsive buying adalah tindakan membeli sesuatu secara tiba-tiba karena menginginkannya saat melihat barang tersebut walaupun sebelumnya tidak direncanakan untuk dibeli.
Secara umum, perilaku impulsive buying disebabkan oleh beberapa faktor seperti lingkungan, kepribadian, produk, perbedaan geografis, dan aspek budaya.
Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa kelompok remaja yang berusia 18-21 tahun merupakan kelompok usia yang memiliki kecenderungan yang tinggi untuk melakukan impulsive buying dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.
Perempuan memiliki kecenderungan melakukan impulsive buying pada produk yang sedang diskon, sedangkan laki-laki cenderung berbelanja secara impulsif pada produk yang memberikan hadiah pembelian seperti yang dirilis dalam Jurnal Psikologi.
Tidak dapat dipungkiri bahwa paparan gaya hidup mewah dari media sosial juga turut mendorong budaya konsumtif.
Hingga saat ini berbelanja bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan semata, namun dijadikan sebagai media untuk melepas kepenatan akibat padatnya aktivitas yang dilakukan.
Dampaknya, seseorang cenderung akan menjadi boros dan tidak bisa menyisihkan uangnya untuk ditabungkan.
Ciri-ciri Impulsive Buying
Tidak semua kegiatan berbelanja itu dapat dikatakan impulsive buying. Berikut ini beberapa ciri perilaku impulsive buying.
1. Membeli Tanpa Proses Berpikir Panjang
Saat melihat barang yang sedang diskon, seseorang akan membelinya tanpa pikir panjang, padahal sebenarnya sudah memiliki barang serupa di rumah.
Hanya karena suatu produk terlihat menarik, seseorang cenderung akan mengabaikan manfaat atau kemampuan finansial.
2. Mengikuti Tren
Tren yang berubah-ubah terkadang mendorong seseorang untuk selalu update supaya tidak ketinggalan zaman.
Demi memenuhi gengsi tersebut, seseorang akan ikut-ikutan berbelanja barang terbaru yang sedang viral meskipun hal itu tidak sesuai dengan kebutuhan.
3. Gemar Mencari Kepuasan Instan
Indikator impulsive buying selanjutnya adalah kebiasaan mencari kepuasan secara instan.
Aktivitas ini biasanya dilakukan guna memenuhi kepuasan diri semata, entah itu karena merasa bosan, jenuh, hingga perlu suatu hal yang memuaskan.
Lalu, bagaimana cara agar terhindar dari perilaku berbelanja secara impulsif?
Cara Mencegah Impulsive Buying
Agar tidak terjebak dalam masalah finansial yang diakibatkan perilaku impulsif, cobalah terapkan beberapa tips berikut ini.
1. Menentukan Skala Prioritas
Pada dasarnya, seseorang harus menentukan skala prioritas dengan membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Jangan sampai lebih mengedepankan keinginan untuk memenuhi hasrat dan kepuasan semata.
Pastikan uang yang dimiliki dipakai untuk membeli hal-hal yang dibutuhkan. Jika ada sisa, sesekali boleh membeli sesuatu yang dinginkan, namun tidak secara berlebihan.
2. Memiliki Prinsip dalam Finansial
Selanjutnya, seseorang harus mempunyai prinsip agar tidak terjerumus pada pergaulan yang konsumtif karena pada dasarnya lingkungan berperan penting dalam membentuk kepribadian seseorang.
Maka, jika lingkungan pergaulan dirasa mendorong untuk menjadi konsumtif, beri batasan diri ataupun cari lingkungan baru yang bisa membawa ke arah yang lebih positif.
3. Kurangi Penggunaan Fitur PayLater
Fitur Pay Later memang memudahkan seseorang dalam berbelanja, namun kenyataannya fitur tersebut sering membuat seseorang bersikap impulsif.
Oleh karenanya, sebaiknya kurangi penggunaan fitur Pa yLater dan gunakan hanya dalam keadaan mendesak saja.
Dengan mengenal penyebab perilaku impulsive buying, maka seseorang dapat terhindar dari sifat konsumtif dan boros yang akan mengakibatkan masalah finansial. **** (Kontributor: Fatimah Nuraini)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji