Observatorium Nasional Timau Tuntas Februari 2023, Diklaim Terbesar di Asia Tenggara

HARIANE JOGJA – Observatorium Nasional Timau di Kupang, Nusa Tenggara Timur ditargetkan selesai pada Februari 2023 mendatang.

Observatorium Nasional Timau yang sebelumnya diprediksi rampung awal 2022 ini, dikabarkan memiliki desain bangunan yang menyerupai Observatorium Bosscha yang ada di Lembang, Jawa Barat.

Selain itu, Observatorium Nasional Timau juga diklaim akan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Apa saja keunikan Observatorium Nasional (Obnas) Timau? Simak penjelasan berikut.

BACA JUGA:  Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT, Ternyata ini Alasannya

Observatorium Nasional Timau Dibuat Menyerupai Observatorium Bosscha Lembang

Observatorium Nasional Timau
Observatorium Bosscha di Lembang Jawa Barat. (Foto: Institut Teknologi Bandung)

Dilansir dari akun Instagram resmi milik OR PA/LAPAN, Kepala OR Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru menyatakan bahwa Obnas Timau memiliki bentuk bangunan yang menyerupai Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat.

Bedanya, Obnas Timau memiliki teleskop yang jauh lebih besar dari Bosscha dan dilengkapi teropong berdiameter 3,8 meter.

Heru berujar semakin besar diameter teropong, maka semakin besar hasil penglihatan bintang yang awalnya redup.

Teleskop Observatorium Timau Dikirim dari Jepang

Observatorium Nasional Timau
Rancangan desain teleskop Obnas Timau. (Foto: Riset Pro BRIN)

Berdasarkan informasi dari laman Riset Pro BRIN, teleskop yang dipasang pada Obnas Timau terinspirasi dari rancangan teleskop milik Universitas Kyoto yang ada di Observatorium Okayama, Jepang.

Dibutuhkan sekitar 30 hingga 50 ton crane untuk proses pemasangan kubah dan teleskop tersebut.

Teleskop optik Obnas Timau yang berdiameter 3,8 meter terbilang unik, karena menggunakan 18 segmen penyusun cermin primer.

Fasilitas teleskop tersebut rencananya akan digunakan untuk keperluan riset astronomis, meliputi pemantauan benda jatuh dari antariksa dan astrofisika.

BACA JUGA:  Komet C 2022 E3 ZTF Akan Melintas Awal Februari 2023, Bisa Dilihat Tanpa Harus Pakai Teleskop

Lokasi Obnas Timau Diputuskan Melalui Studi Lima Tahun

Observatorium Nasional Timau
Pembangunan Obnas di lereng Gunung Timau. (Foto: Youtube/Biro Umum Setda Provinsi NTT)

Selain memiliki teleskop berukuran besar, melalui unggahan Instagram OR PA/LAPAN, Robertus Heru mengklaim Obnas Timau Nusa Tenggara Timur akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Sebelumnya, telah dilakukan studi selama 5 tahun mengenai fraksi malam terhadap langit di Indonesia. Hasilnya, Kupang memiliki waktu langit cerah paling banyak dalam setahun dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Dirangkum dari unggahan YouTube LAPAN RI, Obnas dibangun di kawasan hutan lindung, lereng Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Lokasi tersebut dipilih, karena memiliki iklim kering yang mendukung pengamatan setiap malam selama hampir setahun penuh.

Selain itu, lokasi Observatorium Timau yang berada di dekat ekuator akan mempermudah pengamatan menggunakan teleskop, karena memiliki cakupan langit yang lebih lebar, yaitu sekitar 95 persen area langit.

Kehadiran Observatorium Nasional Timau diharapkan dapat menempatkan Indonesia dalam peta ilmu pengetahuan internasional dan ikut berkontribusi aktif di dalamnya. **** (Kontributor: Kartika Puspita Dewi)