Mengerikan! Topan Mawar Melanda Jepang, 2 Tewas dan 35 Lainnya Terluka

HARIANE JOGJA – Topan Mawar melanda Jepang memakan korban jiwa dan menghambat mobilitas publik. 

Peristiwa Topan Mawar di Jepang yang terjadi pada Sabtu, 3 Juni 2023 ini memakan korban jiwa sebanyak 2 orang dan 35 korban lainnya mengalami luka.

Dilansir dari Kyodo, identitas dua korban tersebut diketahui adalah seorang pria berusia 61 tahun yang dinyatakan meninggal setelah ditemukan di dalam mobil yang terendam banjir. 

Korban topan di Jepang yang meninggal lainnya adalah seorang pria yang sedang memancing di Moka, Tochigi, yang tewas setelah tersapu ke saluran irigasi.

Topan Mawar Melanda Jepang, Dua Juta Orang Diminta Mengungsi

topan mawar melanda Jepang
Badai Topan Mawar melanda Jepang mengakibatkan 2 orang meninggal dan 35 terluka. (Foto: Reuters)

Topan Mawar diamati berkembang berturut-turut dari Jumat hingga Sabtu pagi di wilayah barat dan tengah. Kondisi cuaca buruk ini disebabkan oleh hembusaan udara hangat dan lembab dari Topan Mawar serta hujan deras di dekat pulau terbesar di Jepang, Honshu.

Badai tersebut dinyatakan menjadi siklus ekstratropis pada Sabtu sekitar pukul 15.00 waktu setempat setelah pindah ke Pulau Iza di selatan Tokyo.

BACA JUGA:  Atlet Bulutangkis Indonesia Syabda Perkasa Meninggal Dunia, Berikut Deretan Prestasinya

Naiknya permukaan air sungai mendorong pihak berwenang untuk mengeluarkaan peringatan banjir dan kerusakan yang membuat banyak orang terlantar karena layanan kereta dihentikan.

Akibat kejadian ini, sebanyak 232 rumah hancur dan 7.000 rumah di wilayah timur dan barat mengalami pemadaman listrik. 

Namun, diketahui bahwa pihak Kementerian Perindustrian sedang melakukan perbaikan akibat kejadian Topan Mawar di Jepang tersebut.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyarankan agar sebanyak 2 juta masyarakat untuk mengungsi ke beberapa daerah seperti di Gifu, Shizuoka, Aichi dan Mie.

Sementara itu, layanan kereta jalur Tokaido Shinkansen telah dihentikan di Aichi pada perjalanan Tokyo dan Nagoya. Kemudian kereta jalur Nagoya dan Shin-Osaka beroperasi sekitar satu jam sekali hingga tengah hari.

Diperkirakan sekitar 5.300 orang menghabiskan malam dengan berlindung di dalam mobil akibat berhentinya layanan kereta tersebut karena badai Topan Mawar melanda Jepang.**** (Kontributor: Alice Irene)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com