HARIANE JOGJA – Belakangan muncul cerita kota gaib di Indonesia yang katanya jauh lebih maju dibandingkan dengan kota pada umumnya, tapi tak kasat mata.
Salah satu yang viral adalah kota gaib di Kalimantan bernama Saranjana yang bahkan sampai dibuat filmnya dengan judul Saranjana Kota Ghaib.
Tidak hanya maju, mitos kota gaib ini pun konon katanya dihuni oleh makhluk-makhluk tak kasat mata yang beraktivitas mirip seperti manusia.
Rumornya, hanya orang-orang yang memiliki kemampuan khusus yang dapat melihat adanya kota gaib ini.
Tidak Hanya Saranjana, Berikut Kota Gaib di Indonesia yang Terkenal
Dilansir dari YouTube Nessie Judge, berikut kota tak kasat mata di Indonesia yang dipercaya keberadaannya oleh masyarakat :
1. Kota Wentira

Konon, Kota Wentira terletak di hutan belantara antara Kota Palu dan Kabupaten Moutong, Sulawesi Tengah. Kota ini merupakan sebuah perkebunan kopi yang luas.
Menurut cerita yang beredar, Wentira merupakan pemukiman bangsa jin yang tak terlihat oleh mata manusia biasa.
Bagi orang yang memiliki kemampuan khusus, kota ini terlihat seperti istana jin yang sangat megah dan memiliki peradaban yang maju, serta bangunan istana yang berlapis emas murni.
Masyarakat Wentira tidak ada yang hidup susah, semua sangat makmur karena kota ini memiliki harta karun yang berjumlah tak terhingga.
Masyarakat pun percaya tidak boleh mengambil emas dari Wentira atau nyawa akan menjadi taruhannya.
Mitosnya, pada bagian depan Kota Wentira terdapat tugu berwarna kuning yang disinyalir merupakan gerbang masuk menuju kota gaib.
Dari cerita yang beredar, Kota Wentira dipimpin oleh seorang raja yang memiliki tujuh panglima perang. Raja ini memiliki bala tantara yang jumlahnya bisa menutupi seluruh lautan di Indonesia.
Menurut cerita warga setempat, bangsa Wentira tidak jauh berbeda dengan manusia biasa. Hanya tidak memiliki lekukan di antara hidung dan bibir, dan berpakaian serba kuning.
Ada sebuah cerita mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi di Sulawesi yang hilang setelah minta diantar ke Wentira.
Diyakini bahwa mahasiswi tersebut dinikahi oleh bangsa Wentira hingga tidak bisa kembali ke dunia manusia.
Jika mendatangi Kota Wentira disarankan tidak memakai baju kuning dan dilarang berbicara sembarangan serta jangan mengambil apapun di Kota Wentira terutama emas.
2. Padang 12

Kota gaib di Kalimantan selain Saranjana ini konon katanya terletak di antara Kecamatan Pasaguan dan Kendawang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Bagi orang awam, wilayah ini hanya terlihat lahan kosong yang dipenuhi ilalang sehingga disebut dengan Padang 12.
Namun bagi orang dengan kemampuan khusus, lahan kosong ini akan terlihat seperti kota yang maju, bersih dan sangat indah.
Padang 12 memiliki peradaban tinggi, banyak rumah dan kendaraan mewah berjajar. Bahkan sangat umum memiliki pesawat dan kapal pesiar.
Masyarakat setempat percaya bahwa penduduk kota ini adalah jin-jin muslim yang sudah bermukim ribuan tahun.
Warga Kota Padang 12 terlihat sama dengan warga Kota Wentira yang tidak berbeda dengan manusia biasa, hanya tidak memiliki lekukan di antara hidung dan mulut.
Masyarakat setempat menyebut orang Padang 12 dengan orang kebenaran atau orang limun.
Konon ada seorang warga Ketapang yang mengaku pernah berinteraksi dengan orang kebenaran, bahwa aktivitas orang kebenaran tidak jauh berbeda dengan manusia biasa.
Menurut cerita yang beredar, orang kebenaran juga bertransaksi di pasar untuk berbelanja. Akan tetapi membayar dengan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dll.
Rempah-rempah tersebut berubah menjadi emas ketika pedagang sampai di rumah.
Demikian adalah beberapa kota gaib di Indonesia lainnya selain Saranjana yang keberadaannya dipercaya oleh masyarakat lokal. **** (Kontributor: Sire Vitawati)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
Ribuan Warga Jogja Meriahkan Fun Run GERMAS, Rayakan Hari Kesehatan Nasional
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
Ribuan Warga Jogja Meriahkan Fun Run GERMAS, Rayakan Hari Kesehatan Nasional