HARIANE JOGJA – Korban tersambar petir di Delanggu tepatnya di Sribit, Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu, 25 Februari 2023 lalu.
Remaja tersambar petir di Delanggu tersebut berjumlah dua orang yang menyebabkan satu korban luka dan satu lainnya meninggal dunia.
Diketahui salah seorang di antara dua korban petir di Delanggu dikabarkan sempat bermain handphone saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
Namun, benarkah menggunakan handphone saat ada kilat bisa menyebabkan seseorang tersambar?
Korban Tersambar Petir di Delanggu Dikabarkan Sambil Bermain Ponsel
Dilansir dari unggahan Twitter @kabarklaten pada Sabtu, 25 Februari 2023, kejadian bermula saat kedua korban yang masih remaja berniat pulang dari arah Sukorame menuju Sribit.
Kedua remaja tersebut berboncengan menaiki sebuah motor dan melewati jalan di area persawahan terbuka.
Saat melewati jalan di area persawahan, petir menyambar dan mengenai motor korban. Kedua korban pun jatuh dari kendaraan.
Dikabarkan satu orang dapat selamat meskipun mengalami luka sementara satu korban remaja tersambar petir di Delanggu lainnya meninggal di tempat.

Menurut keterangan akun Twitter @zreyndra, beredar kabar kedua korban melewati jalan di sawah tersebut sambil bermain ponsel.
“Bukane nyalahke ya, tapi nek kui kewanen, udan petir lewat dalan tengah sawah gek kabare karo dolanan hp juga (Bukannya menyalahkan ya, tapi hal seperti itu terlalu berani. Sudah tahu hujan petir lewat jalan di tengah sawah dan kabarnya sambil main hp juga),” tulis @zreyndra.
Lantas, apakah memainkan ponsel saat hujan petir dapat menjadi faktor seseorang tersambar?
Ponsel Sama Sekali Tidak Ada Hubungannya Dengan Petir yang Menyambar
Menurut National Weather Service, menggunakna ponsel saat terjadi petir seperti peristiwa remaja tersambar petir di Delanggu merupakan mitos.
Keberadaan logam atau benda-benda dari logam seperti ponsel sama sekali tidak membuat perbedaan di mana petir akan menyambar.
Faktor dominan yang mengendalikan titik sambar petir adalah ketinggian, keruncingan suatu objek, dan bagaimana suatu objek tersebut terisolasi.
Objek yang berada di ketinggian tertentu dan berbentuk runcing serta terisolasi seperti pohon kelapa juga dapat tersambar petir meskipun tidak ada unsur logam sama sekali didalamnya.

Selain itu, menurut AMTA (Australian Mobile Telecommunications Association), meskipun logam dapat menghantarkan petir, kandungan zat tersebut dalam ponsel tidak cukup untuk membuat manusia yang menyentuhkan tersambar petir.
Menurut para ahli keselamatan, seseorang yang berada di luar ruangan akan meningkatkan risiko tersambar jika berada di tempat yang tinggi, terbuka, dekat air, atau dekat bangunan logam dan pohon besar.
Faktor-faktor di atas lebih penting dipahami untuk menghindari kejadian korban tersambar petir di Delanggu kembali terjadi daripada sekedar mengkhawatirkan penggunaan ponsel. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji