HARIANE JOGJA – Buntut komentator bulu tangkis iNews TV hina netizen penggemar di Indonesia hingga melukai hati pendukung The Minions masih terus bergulir.
Perbuatan komentator bulu tangkis iNews TV hina netizen berujung pada suspensi akun Instagram sang sportcaster sehingga tidak bisa diakses.
Mendapati akunnya disuspen, komentator bulu tangkis iNews TV hina netizen mengunggah video permintaan maaf menggunakan akun lain.
Sayangnya, permintaan maaf tersebut komentator bernama Fadly Sungkara ini tidak mendapatkan respon yang baik dari netizen.
Belakangan Fadly menjadi buah bibir karena penggemar badminton menganggap dirinya kurang memiliki kapasitas dalam membawakan suasana perempat final India Open pada Jumat, 20 Januari 2023.

Hal itu yang mendorong Fadly Sungkara mengeluarkan tanggapan terhadap protes dan kritik penggemar badminton melalui akun Instagram miliknya.
Dilansir dari unggahan akun Instagram @syaifuddin pada 21 Januari 2023 Fadly mengunggah sebuah selfie dan laptop yang membuka laman resmi BWF (Badminton World Federation) di depan kaca rias dengan menuliskan caption yang ditujukan kepada penggemar badminton Indonesia.
“Ingin rasanya menanggapi para netizen, tapi mengingat mereka adalah orang kampung dengan latar pendidikan yang rendah jadi lebih baik saya diamkan saja. Gak level..,” tulis Fadli.
Sontak, hal tersebut menuai banyak hujatan dari netizen khususnya penggemar badminton.
Diungkap Alasan Komentator Bulu Tangkis iNews TV Hina Netizen Penggemar Badminton
Pada 22 Januari 2023, akun Instagram dengan nama @fadlyflo tidak dapat ditemukan lagi. Hal tersebut merupakan buntut dari hinaan yang telah dilayangkan Fadly.
Faldy Sangkara kemudian menggunakan akun Instagram lain untuk mencoba memperbaiki kesalahan yang membuat ia berada dalam posisi yang tidak baik.
Melalui akun Instagram @fadly_sungkara, pada 21 Januari 2023 sore, pria yang juga merupakan penyiar ini mengunggah video permintaan maaf.
Dalam caption, Fadly menyatakan bahwa akun asli miliknya sedang di-suspend pihak Instagram dalam 24 jam sehingga mengunggah video melalui akun lain.

Video permintaan maaf tersebut diawali dengan penjelasan alasan soal mengeluarkan pernyataan yang dianggap merendakan suporter bulu tangkis di Indonesia.
Menurutnya, suasana hatinya kala itu sedang bersedih karena pasangan favoritnya, The Minions (Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon) harus kandas.
Fadly juga curhat bahwa usai pertandingan The Minions, hujatan dari netizen pun datang bertubi-tubi dan berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya.
Namun kemudian Fadly menyadari bahwa mengunggah caption bernada hinaan terhadap netizen tersebut merupakan sikap yang tidak bijak dalam menyikapi kritik. Fadly juga akan mengingat hal ini sebagai pelajaran bagi dirinya.
Video diakhiri dengan ucapan terima kasih karena netizen telah memberi kritik untuknya dan harapan agar netizen bersedia memaafkan kesalahannya.
Permohonan Maaf Fadly Sungkara Tuai Hujatan Netizen
Unggahan video permintaan maaf tersebut ternyata malah menuai banyak hujatan netizen yang disuarakan melalui kolom komentar.
Permintaan maaf Fadly dianggap tidak tepat karena dianggap masih mencari-cari alasan yang melatarbelakangi sikapnya untuk mengeluarkan pernyataan bernada menghina tersebut.
Tak hanya itu, netizen juga berharap agar Fadly tak lagi menjadi komentator karena lagi-lagi ia dianggap kurang menguasai hal-hal terkait pertandingan badminton.
Itulah buntut kasus komentator bulu tangkis iNews TV hina netizen penggemar badminton. **** (Kontributor: Elmita Amalya Ahsani)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji