HARIANE JOGJA – Kenapa mata kedutan adalah pertanyaan lumrah yang ditanyakan bagi yang sering merasakan denyutan pada kelopak matanya tanpa sebab.
Jawaban untuk kenapa mata kedutan sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Namun, kondisi yang dialami hampir semua orang ini dapat berhubungan dengan saraf motorik otak.
Alasan kenapa mata kedutan juga kadangkala dapat berhubungan dengan masalah kesehatan lain seperti mata kering, stres, hingga efek penggunaan obat-obatan.
Untuk mengetahui lebih lanjut alasan di balik mata kedutan, berikut dirangkum hal-hal yang perlu diketahui dilansir dari laman Johns Hopkins Medicine.
Kenapa Mata Kedutan dan Bagaimana Sebenarnya Kondisi Tersebut?

Mata kedutan merupakan kondisi medis umum. Mata kedutan juga bisa jadi kondisi yang disebabkan faktor keturunan.
Kondisi mata kedutan secara dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori:
1. Eyelid myokymia. Kondisi ini yang paling sering dialami khalayak umum. Kedutan jenis ini terjadi sesekali saja dan sebagian besar penderitanya tidak memerlukan pengobatan khusus.
2. Benign essential blepharospasm. Bentuk kedutan ini melibatkan kontraksi kelopak mata yang berkelanjutan. Bahkan, kelopak mata dapat menutup sendiri seluruhnya tanpa bisa dikontrol.
Kondisi ini memungkinkan penderita mengalami gangguan fungsional yang signifikan dan memerlukan perawatan jangka panjang.
Kenapa mata kedutan dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:
– Stres
– Mata tegang
– Obat-obatan atau pengobatan tertentu
– Konsumsi kafein
– Mata kering atau terkena iritasi
– Kondisi kurang tidur atau waktu tidur yang tidak teratur
Bagaimana Treatment yang Tepat Untuk Mata Kedutan?

Meskipun kelopak mata yang berneyut ini dapat merujuk ke gejala penyakit tertentu, umumnya kasus ini dapat sembuh tanpa perlu pengobatan khusus.
Untuk semakin mempercepat proses penyembuhan mata kedutan, hal yang perlu dilakukan di antaranya adalah sebagai berikut:
– Lebih banyak tidur atau atur jam tidur
– Kurangi konsumsi kafein atau alkohol
– Coba metode pengurangan stres seperti olahraga, latihan pernapasan, atau meditasi
– Gunakan obat tetes mata untuk meredakan mata kering atau iritasi
Jika kedutan mata berlangsung selama berminggu-minggu, atau menyebabkan kesulitan membuka mata hingga kesulitan melihat, hubungi dokter mata.
Dokter mata akan menentukan langkah selanjutnya dan merekomendasikan obat atau rencana perawatan untuk suntikan toksin botulinum.
Toksin botulinum disuntikkan di bawah kulit pada sekitar mata untuk mengendurkan dan melemahkan otot-otot tepat di bawah kulit.
Setiap suntikan akan mencegah kejang selama sekitar tiga bulan. Efek samping dari suntikan ini dapat berupa memar ringan di tempat suntikan, kelopak mata terkulai sementara, atau penglihatan ganda sementara.
Meskipun demikian, kasus kenapa mata kedutan merupakan hal umum dan biasanya perawatannya dapat dilakukan tanpa harus pergi ke dokter mata. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji