HARIANE JOGJA – Jembatan Kretek 2 Bantul belakangan ini menjadi salah satu destinasi wisata yang viral di Bantul, usai dibuka akhir bulan Januari 2023 lalu.
Namun demikian, Jembatan Kretek 2 Bantul merupakan sarana publik dan jalanan umum, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan berhenti di sepanjang jembatan karena bisa membahayakan keselamatan bersama.
Namun kenyataannya sejumlah pengunjung Jembatan Kretek 2 Bantul tetap ngeyel berhenti demi menikmati pemandangan. Padahal, pengunjung bisa melipir ke taman di ujung timur, tepatnya di sebelah selatan jembatan.
Larangan Berhenti dan Melakukan Kegiatan Ekonomi di Atas Jembatan

Seperti diketahui bahwa ada larangan resmi dari pemerintah untuk tidak berhenti atau melakukan kegiatan ekonomi di sepanjang Jembatan Kretek 2 Bantul atau Jembatan Luku.
Dilansir dari laman resmi Pemkab Bantul, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengimbau masyarakat sekitar jembatan agar ikut menjaga dan merawat jembatan.
Warga juga tidak diperkenankan melakukan aktivitas ekonomi di bahu jalan dan jembatan. Sebab selain berbahaya, juga mengurangi estetika Jembatan Kretek 2 yang sudah menjadi ikon di Kabupaten Bantul.
Pemkab Bantul juga menyampaikan bahwa pihak pemerintah akan terus menata kawasan tersebut sehingga nantinya dapat menjadi kebangkitan ekonomi di DIY, khususnya di wilayah Kabupaten Bantul.
Sayangnya, meskipun sudah ada larangan dari pemerintah, warga tetap saja ngeyel.
Seperti terlihat pada sebuah postingan akun Mas NurArya RizqiMubarokh dalam Grup Facebook Info Cegatan Jogja, banyak pengunjung yang berhenti di tepi jembatan Kretek 2 Bantul.
Tampak pada foto yang dibagikan dalam unggahan tersebut, sejumlah pengunjung berhenti dan memadati area jembatan sehingga sangat membahayakan pengendara maupun orang-orang yang ada di sekitar.
Jembatan Kretek 2 Bantul Punya Taman Eksotis: Taman Nadhiloka

Alih-alih berhenti di atas jembatan, pengunjung sebenarnya bisa melipir ke taman yang berada di sebelah selatan, tepatnya di ujung timur Jembatan Luku ini.
Melalui akun Instagram resminya, Pemkab Bantul menjelaskan bahwa salah satu objek wisata baru di kawasan Jembatan Kretek 2 atau Jembatan Luku ini diberi nama Taman Nadhiloka.
Dilansir dari kanal YouTube Jalan Amrita, jika datang dari sisi barat (Samas), pengunjung bisa mengambil jalur kiri, lalu di ujung timur jembatan berbelok ke kanan (arah Pantai Depok).
Pengunjung bisa masuk ke kawasan laguna Pantai Depok untuk dapat sampai di Taman Nadhiloka.
Pemandangan yang disajikan dari Taman Nadhiloka adalah pemandangan Sungai Opak yang berhulu di Gunung Merapi, menyatu dengan Sungai Oya lalu berhilir atau bermuara di sebelah selatan Taman Nadhiloka.
Tak hanya itu, pengunjung juga bisa melihat jembatan dari sisi bawah dan samping. Ada juga tangga dari Taman Nadhiloka menuju jembatan untuk pejalan kaki.
Di area taman, pengunjung juga bisa melihat plang berwarna merah putih yang menunjukkan garis Sesar Opak dan koordinat dari Sesar Opak yang memotong jembatan kretek 2.
Ada pula batu monumen dengan kode QR yang jika di-scan akan memunculkan narasi yang menjelaskan mengenai cerita dan filosofi tentang luku yang dijadikan ikon Jembatan Kretek 2 Bantul.
Dilansir dari akun Instagram Pemkab Bantul, konsep taman di sisi selatan Jembatan Luku atau Jembatan Kretek 2 Bantul dengan penamaan Nadhiloka ini dimaksudkan agar menjadi media interaksi bagi masyarakat dengan desain sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan untuk segala kegiatan positif.**** (Kontributor: Eni Damayanti)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026