Ibu Kota Baru Indonesia Mengusung Konsep Smart and Green City, Begini Artinya

HARIANE JOGJA – Ibu kota baru Indonesia akan dipindah ke dua kabupaten di Kalimantan Timur, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Letak ibu kota baru Indonesia yang berada di kawasan hijau daerah Kalimantan semakin mendukung konsep smart and green city dari rancangan Ibu Kota Negara Nusantara.

Mengutip dari laman resmi ITB, pemerintah memandang pemindahan ibu kota baru Indonesia sebagai bentuk pemerataan pertumbuhan ke arah Timur yang selama ini terlalu Jawa sentris.

Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Sekretariat Negara, Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) telah memulai proses pembangunan yang merupakan wujud upaya pemerintah untuk mengusung pembangunan ekonomi yang inklusif.

Berikut penjelasan lengkap ibu kota baru Indonesia yang mengusung konsep smart and green city.

BACA JUGA:  Viral Video Diduga Aksi Klitih di Titik Nol KM Jogja, Pelaku Ayunkan Celurit ke Korban

Desain Ibu Kota Negara Indonesia Baru Sesuai Kondisi Alam

Penduduk di IKN nantinya dapat mengakses ruang terbuka hijau rekreasi dalam konstruksi ramah lingkungan untuk setiap bangunan bertingkat institusional, komersial, dan hunian.

Ibu Kota Nusantara Sebagai Kota Berkelanjutan di Dunia

Ibu kota baru Indonesia sebagai kota berkelanjutan di Dunia memegang prinsip rendah emisi karbon.

Salah satu strategi untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan konsep IKN yang memiliki area bebas kendaraan bermotor dan ruang publik multiguna.

IKN Dilengkapi dengan Desain Green Building

ibu kota baru Indonesia
Desain Ibu Kota Nusantara yang akan jadi pusat pemerintahan baru Indonesia. (Foto: IKN)

Ibu kota baru Indonesia menggunakan pemanfaatan green building yang ditandai oleh peningkatan efisiensi energi, pengurangan konsumsi air dan bahan, peningkatan kesehatan dan lingkungan, penggunaan peralatan yang hemat energi dan ramah lingkungan.

Selain itu, penggunaan energi terbarukan juga digencarkan beserta dengan peningkatan kualitas udara dengan heating and cooling system, dan penggunaan sistem pencahayaan alami yang diharapkan mampu menyebarluaskan manfaat pembangunan ekonomi.

Selain membangun infrastruktur yang ramah lingkungan, mengutip dari laman resmi Ibu Kota Negara, Ibu kota baru Indonesia dibangun dengan konsep sebagai superhub.

BACA JUGA:  Longsor di Gunungkidul Hari ini Sebabkan Rumah Hancur, Warga Gotong Royong Lakukan Evakuasi

Termasuk di dalam superhub IKN adalah enam klaster ekonomi yang terdiri dari Klaster Industri Teknologi Bersih, Klaster Farmasi Terintegrasi, Klaster Industri Pertanian Berkelanjutan, Klaster Ekowisata dan Wisata Kesehatan, Klaster Bahan Kimia dan Produk Turunan Kimia, dan Klaster Energi Rendah Karbon.

Ditambah dengan dua klaster pendukung, yaitu Klaster Pendidikan Abad ke-21, dan Smart City dan Pusat Industri 4.0.

Pemindahan ibu kota baru Indonesia yang mengusung konsep smart and green city digadang-gadang akan menjadi kota masa depan yang bersandingan dengan alam. **** (Kontributor: Marine Lugina Muthmainah)