Electrifying Agriculture Jadi Magnet Anak Muda untuk Terjun ke Sektor Pertanian

HARIANE JOGJA- Program Community for Sustainability dengan kampanye Electrifying Agriculture gelar diskusi “Peran Pasar Digital dalam Industri Pariwisata Berbasis Electrifying Agriculture”.

Serial diskusi tersebar itu digelar oleh Yayasan Dayasos Citra Korporat dan Komunitas Terimakasih Indonesia pada Minggu, 20 Agustus 2023.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Community for Sustainability dengan salah satu tujuannya untuk meningkatkan minat anak muda terjun dalam sektor pertanian.

Koordinator Program Community for Sustainability, Lisa Lindawati menjelaskan bahwa sektor pertanian penting dalam hal regenerasi, serta adanya pembaruan seperti hadirnya listrik dan teknologi energi terbarukan.

“Tujuan program ini adalah mendorong generasi muda untuk terjun di bidang pertanian, dimana sentuhan pertanian dan teknologi ini menjadi magnet baru bagi anak muda,” sebutnya.

Hal ini merupakan komitmen untuk menjaga keberlanjutan atau regenerasi khususnya di sektor pertanian.

Diskusi yang digelar di Dusun Sompok, Sriharjo, Imogiri, Bantul tersebut melibatkan sejumlah petani muda dan didukung oleh PT PLN (Persero). Selain petani muda, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah pegiat media komunitas di Bantul.

BACA JUGA:  Jadwal Pemadaman Listrik Jogja Jumat 26 Oktober 2023, Mulai Pukul 11.00 WIB

Electrifying Agriculture Sebagai Usaha Meningkatkan Efisiensi Kerja Petani

Program Community for Sustainability
Program Community for Sustainability di Bantul. (Foto: Hariane/Rizky Riawan)

Lebih lanjut, Lisa menyebut dengan pemanfaatan energi listrik dalam sektor pertanian akan membuat proses maupun biaya produksi jauh lebih efisien.

Sehingga para petani muda menurutnya sudah tidak lagi terkendala terkait sulitnya produksi pertanian seperti yang dihadapi sebelumnya.

Manajer PLN ULP Bantul, Kemas Ferry Rahman menyebut sejauh ini pihaknya terus berupaya meningkatkan pemanfaatan energi listrik bagi para petani.

Di Bantul sendiri, menurut catatannya sudah lebih dari 1500 petani yang telah beralih dari bahan bakar minyak ke pemanfaatan listrik untuk produksi pertaniannya.

“Kami lakukan sosisalisasi kepada Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan saat ini sudah ada 21 Gapoktan se-Bantul yang sudah menggunakan listrik untuk mendukung operasionalnya,” sebut pria yang biasa disapa Ferry tersebut.

Diketahui bahwa PLN (Persero) telah melayani banyak petani di Bantul diantaranya petani lahan pasir di pesisir selatan Bantul seperti Kretek dan Sanden.

Selain itu pihaknya juga telah memberikan layanan kepada sebagian petani di Imogiri. Bahkan PLN (Persero) juga terus berupaya memperluas jaringannya agar lahan-lahan pertanian mudah mendapatkan akses listrik.

Salah satu aktivis petani muda di Dusun Sompok, Anton menyebut bahwa baru sekitar dua bulan terakhir 20 petani di wilayahnya memanfaatkan energi listrik.

Namun efisiensi produksinya cukup terasa, salah satunya penggunaan listrik untuk kebutuhan irigasi yang sebelumnya mengandalkan pompa air berbahan bakar bensin.

Saat itu untuk mengairi lahan bawang merahnya, pemuda ini harus merogoh kocek hingga Rp 1 juta perbulannya.

“Biaya pembelian bahan bakar cukup tinggi, karena perhari setidaknya habis 12 liter bensin,” ungkapnya.

Namun biaya itu bisa ditekan saat menggunakan pompa listrik, dimana dalam sebulan hanya menghabiskan tidak lebih dari Rp 100 ribu.

Belum lagi ketika menggunakan pompa listrik, dirinya dapat mengaplikasikan penyiraman sistem kabut yang tidak perlu repot lagi untuk memasang selang air dari sungai menuju ke lahan pertanian.

“Bahkan kita bisa pakai timer, jadi kalau sudah cukup penyiramannya, pompa bisa mati sendiri,” sebutnya di sela diskusi.

Diberitakan, diskusi tersebar bertema Peran Pasar Digital dalam Industri Pariwisata Berbasis Electrifying Agriculture itu menghadirkan narasumber kompeten.

Kedua narasumber yakni, Pokdarwis Gua Cemara dan Penggerak Konservasi Penyu, Fajar Subekti,  dan Owner Nagsib Kramik, Dicky Bisma Saputra. Acara ini juga dihadiri oleh Manager Unit Pelayanan Kantor Perwakilan Yogyakarta Icon+, Datwillyana Noviarno.****

Baca artikel menarik lainnya di hariane.com