7 Kebiasaan Penyebab GERD, Merokok Salah Satunya?

HARIANE JOGJA – Kebiasaan Penyebab GERD wajib untuk diketahui, terutama bagi yang memiliki masalah dengan asam lambung.

GERD (Gastroesophageal Refluks Disease) merupakan salah satu penyakit asam lambung, yakni penyakit kronis pada sistem pencernaan lambung. Lantas apa saja kebiasaan penyebab GERD? Lalu, apa efeknya pada tubuh?

Kebiasaan penyebab GERD pada umumnya akan menimbulkan berbagai masalah pada tubuh seperti rasa tidak enak atau begah setelah makan dan dada terasa panas sampai ke tenggorokan (hingga serak) setelah bangun tidur.

BACA JUGA:  TXT Syuting di Bali, Ini 4 Lokasinya
Dilansir dari kanal YouTube dr. Clarin Hayes, berikut deretan kebiasaan penyebab GERD yang paling sering dilakukan.

1. Makan Terlalu Cepat dalam Jumlah Besar

Makan terlalu cepat akan menyulitkan sistem pencernaan untuk mencerna makanan dengan baik. Pencernaan yang buruk meningkatkan risiko terjadinya GERD.

Cobalah untuk mengunyah makanan dengan perlahan sebanyak 20-30 kali sebelum ditelan.

Makan dalam jumlah banyak atau terlalu banyak juga akan meningkatkan tekanan terhadap Lower Esophageal Sphincter (LES) yang merupakan katup antara kerongkongan dan perut/lambung.

Jika tekanan LES yang meningkat dapat memicu risiko refluks atau naiknya isi lambung ke kerongkongan jadi lebih tinggi.

Daripada makan tiga kali sehari dalam jumlah besar lebih baik dipecah menjadi enam kali sehari dalam porsi yang kecil-kecil.

Misalnya saja diseling makan berat, snack, makan berat lagi kemudian snack, begitu seterusnya, supaya perut tidak terlalu kenyang dan asam lambung tidak diproduksi secara berlebihan.

2. Makan Sembarangan

Contoh makanan yang meningkatkan produksi asam lambung dan menyebabkann GERD adalah makanan yang mengandung tinggi lemak.

Seperti makanan yang digoreng, mengandung kafein, minuman berkarbonasi, makanan asam, makanan pedas, alkohol sebaiknya dihindari.

3. Langsung Tidur Setelah Makan

Banyak yang belum mengetahui bahwa tidur setelah makan merupakan salah satu kebiasaan penyebab GERD.

Setelah makan sebaiknya memberikan jeda dua sampai tiga jam baru boleh tidur. Hal ini berfungsi memberikan waktu pada sistem pencernaan dalam memproses makanan yang masuk.

Tidur setelah makan memperbesar kemungkinan memicu refluks karena makanan belum sepenuhnya masuk ke usus besar.

Terlebih saat tidur otot di dalam tubuh akan relaksasi semua, termasuk otot sfingter esofagus.

Sehingga ketika katupnya terbuka atau relaksasi dengan kondisi makanan masih di dalamnya alhasil akan memicu terjadinya refluks.

4. Posisi Tidur Terlalu Datar

Ketika tidur disarankan menggunakan bantal setinggi kurang lebih 7 inchi, posisi tidur terlalu datar juga merupakan kebiasaan penyebab GERD.

Hal ini tidak akan berpengaruh langsung terhadap penurunan refluks asam lambung. Akan tetapi posisi ini dapat membantu asam lambung mengalir turun dari kerongkongan lebih cepat.

5. Memakai Pakaian yang Terlalu Ketat di Area Perut

Pakaian ketat yang dimaksud yakni pemakaian korset yang dapat meningkatkan tekanan di perut dan mendorong asam naik ke atas menuju kerongkongan.

Oleh karenanya, disarankan untuk tidak memakai korset dan bisa diganti dengan sit up jika ingin memperbaiki kondisi tubuh bagian perut.

6. Merokok

Merokok diketahui dapat memicu terjadinya GERD karena ada beberapa efek negatif yang ditimbulkan.

Di antaranya mengurangi produksi air liur atau saliva. Padahal saliva berfungsi membantu menetralisir asam lambung dan membias refluks agar kembali ke lambung.

Merokok juga dapat meningkatkan produksi asam lambung dan garam empedu yang ada di usus 12 jari berpindah ke lambung.

Selain itu juga melemahkan otot LES sehingga berdampak pada asam lambung yang akan lebih mudah naik ke atas atau disebut dengan refluks.

Terakhir, merokok juga dapat merusak esofagus yang akan menyebabkan semakin rentan rusak jika terkena refluks.

BACA JUGA:  7 Tips untuk Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur, Diungkap oleh Seorang Sleep Therapist

7. Stres yang Terus-menerus

Otak dan lambung berasal dari jaringan embryology yang sama, sehingga ketika stres secara terus-menerus, dalam ilmu psikologis hal ini akan memicu lambung untuk bereaksi.

Dalam ilmu kesehatan umum ini disebut dengan Gut-Brain Axis. Untuk menguranginya dapat dilakukan dengan menenangkan diri seperti berolahraga, meditasi dan juga me time.

Dalam proses penyembuhan masalah ini, dapat dilakukan dengan mengurangi kebiasaan penyebab GERD di atas kemudian juga dibantu dengan mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. **** (Kontributor: Rema Emiliana)

Baca artikel menarik lainnya di hariane.com