HARIANE JOGJA – Film Para Betina Pengikut Iblis yang jadi tayangan bioskop horor terbaru telah merilis poster dan juga cuplikan atau trailer melalui media sosial Falcon Pictures.
Film Para Betina Pengikut Iblis punya sederet fakta berisi hal-hal yang menarik untuk diketahui, mulai dari pemeran utama hingga tanggal tayang.
Berikut adalah fakta menarik film Para Betina Pengikut Iblis yang bisa disimak sebelum menonton di bioskop jelang perilisan di Februari nanti.
Fakta Menarik Film Para Betina Pengikut Iblis

Falcon Pictures yang juga menggarap remake film horor klasik Bayi Ajaib telah merilis poster dan trailer Para Betina Pengikut Iblis melalui Instagram resminya.
Salah satu fakta uniknya adalah judul film yang menimbulkan kontroversi karena dianggap menggunakan bahasa yang kurang layak. Berikut selengkapnya.
1. Film Horor Ketiga yang Disutradarai Rako Prijanto
Dilansir dari Mubi, Rako Prijanto adalah seorang film maker yang telah menyutradarai puluhan judul film Indonesia.
Di antara film yang jadi karya Rako, Para Betina Pengikut Iblis jadi garapan layar lebar horor setelah Takut: The Faces of Fears (2008) dan Bayi Ajaib (2022).
2. Menggaet Pemeran Utama yang Belum Banyak Main Film Horor

Film Para Betina Pengikut Iblis dibintangi oleh Adipati Dolken, Mawar de Jongh, Hanggini, dan Safa Fajira. Pemeran-pemeran tersebut diketahui tidak sering bermain film horor.
Sebelumnya, Adipati Dolken pernah membintangi film horor Pocong Keliling dan Bayi Ajaib. Sedangkan Sara Fajira sempat membintangi film horor Kabut dan Bayi Ajaib.
Sementara itu Mawar de Jongh pernah membintangi film horor Tumbal: The Ritual dan Puisi Cinta yang Membunuh.
Dapat peran di film horor pertamanya, aktris Hanggini mengunggah poster film yang dibintanginya ini dan mendapatkan komentar romantis dari kekasihnya.
“lop u mbah dukun,” tulis Luthfi Aulia yang juga merupakan seorang penyanyi.
3. Menuai Kritik dari Netizen
Poster film Para Betina Pengikut Iblis juga diunggah ke Instagram @film_indonesia yang kolom komentarnya diwarnai dengan kritik netizen soal judul yang tak pantas.
Netizen menilai bahwa judulnya terlalu kasar karena dipilihnya kata ‘betina’ daripada kata ‘wanita’ atau ‘perempuan’.
“Judulnya kasar banget, padahal ada pilihan lain, wanita, perempuan, gadis,” tulis akun @deden_ep.
“Why BETINA why ?!!,” tulis akun @dewilasmawati.
Tak hanya itu, ada juga menyarankan beberapa judul yang tampak lebih baik seperti pada komentar di bawah ini.
“Kata Betina nya ga bagus . Mending langsung aja “para pengikut iblis” jadi gausa pake betina/jantan,” tulis akun @adhe.sist004.
“WANITA PENGIKUT IBLIS aja ga si , BETINA lebih menjuru untuk penyebutan jenis kelamin hewan,” tulis akun @dmzak_.
Meski begitu, masih ada beberapa netizen yang mengapresiasi dan memberi komentar positif terhadap film horor ini.
4. Tanggal Tayang Film Para Betina Pengikut Iblis
Dilansir dari Instagram Falcon Pictures, Para Betina Pengikut Iblis akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 16 Februari 2023.
Itulah beberapa fakta film Para Betina Pengikut Iblis yang menarik untuk diketahui. **** (Kontributor: Elmita Amalya Ahsani)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji