3 Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha : Ketahui Makna, Niat, dan Tata Caranya

HARIANE JOGJA – Memasuki bulan Dzulhijjah, ada tiga puasa sunnah sebelum Idul Adha yang dapat diamalkan oleh umat muslim di seluruh dunia.

Sebagai umat muslim tentunya hal ini adalah momen untuk mencari berkah di bulan Dzulhijjah yang penuh dengan kemuliaan.

Hal ini karena di bulan Dzulhijjah selalu diselenggarakan kegiatan ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban.

Selain itu, ibadah lain yang bisa dilakukan oleh umat muslim yang belum mampu untuk menunaikan ibadah Haji adalah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, dzikir, sedekah, sholat dan puasa.

Untuk ibadah puasa, umat muslim dapat menunaikan ibadah puasa sunnah sebelum Idul Adha yakni puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah pada 9 hari di awal bulan Dzulhijjah.

Kendati demikian, ada satu hal yang menjadi acuan setiap umat muslim di seluruh dunia yakni terkait dengan penentuan awal Dzulhijjah di masing-masing negara.

Hal ini mengingat bahwa setiap negara memiliki durasi waktu yang berbeda-beda dan itu akan berpengaruh pada penentuan awal Dzulhijjah.

Makna Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha

Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha
Ibadah Haji bagi umat muslim (Foto ilustrasi/Freepik)
BACA JUGA:  Resep Daging Sapi Saus Tomat ala Sibungbung, Olahan Tanpa Santan Saat Idul Adha

Dilansir dari NU Online, berikut adalah ringkasan terkait makna dan tata cara menunaikan ibadah puasa sunnah sebelum Idul Adha.

1. Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha: Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah

Pada dasarnya bulan Dzulhijjah sendiri adalah adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan penuh dengan kemuliaan bagi umat muslim.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Tidak ada hari dimana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: ‘Tidak juga dari jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab: ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.”

Menurut Ibnu Hajar (w. 1449 M) di dalam kitabnya yang berjudul Fath al-Bârî menjelaskan keutamaan 10 hari di awal bulan Dzulhijjah.

Hal ini dikarenakan di awal bulan Dzulhijjah terdapat ibadah-ibadah yang utama seperti shalat, puasa, sedekah, dan haji.

Selain itu, menurut Syekh Zakaria al-Anshari (w. 1520 M) di dalam kitabnya yang berjudul Asnâ al-Mathâlib menjelaskan pada tanggal 1-9 Dzulhijjah disunnahkan untuk berpuasa.

Untuk tanggal 1-7 disunnahkan untuk berpuasa bagi yang sedang menunaikan ibadah Haji ataupun yang tidak menunaikan ibadah Haji.

Sedangkan untuk puasa di tanggal 8 Dzulhijjah disebut dengan puasa Tarwiyah dan di tanggal 9 Dzulhijjah disebut dengan puasa Arafah.

Sebagai catatan bahwa untuk puasa Tarwiyah dan Arafah ini hanya disunnahkan bagi yang tidak menunaikan ibadah Haji.

Sedangkan untuk yang menunaikan ibadah Haji hukumnya adalah khilâful aulâ (menyalahi yang lebih utama) bahkan menurut Imam Al-Nawawi hukumnya Makruh.

2. Niat dan Tata Cara Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha

Untuk mengamalkan ibadah puasa sunnah Dzilhijjah ini sangatlah mudah. Durasi waktu pelaksanaan puasa ini sama halnya dengan puasa Ramadhan yakni dari Adzan Subuh sampai Adzan Magrib.

a. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

​​​​​​​Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”

b. Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”

c. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”

Itu tadi merupakan makna da waktu pelaksanaan 3 puasa sunnah sebelum Idul Adha beserta dengan niat dan tata cara untuk menunaikan ibadah tersebut. **** (Kontributor: Khairun Nasta’in)

 

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com