HARIANE JOGJA – Urban legend terseram di Indonesia mungkin terdengar seperti mitos, tapi ada saja orang-orang yang mengaku pernah memiliki pengalaman yang berhubungan dengan cerita mistis tersebut secara langsung.
Ada banyak urban legend terseram di Indonesia yang bisa dijumpai di tiap wilayah. Mungkin, salah satunya ada di lingkungan sendiri.
Apa saja urban legend terseram di Indonesia, yang banyak orang percaya bahwa kisah tersebut memanglah nyata? Mari simak bahasannya di sini.
Cerita Urban Legend Terseram di Indonesia Mulai dari Kota Gaib Hingga Kasih Tak Sampai
1. Nyi Roro Kidul

(Ilustrasi: Pinterest/QuantumEmpire)
Ada banyak versi mengenai legenda Nyi Roro Kidul. Namun yang jelas, Nyi Roro Kidul dianggap sebagai penguasa Pantai Selatan Jawa.
Dilansir dari kanal YouTube Larasati Channel, Pantai Parangtritis yang terletak di wilayah Yogyakarta disebut-sebut sebagai gerbang masuk ke Kerajaan Pantai Selatan.
Konon menurut urban legend Jogja, Nyi Roro Kidul gemar mengenakan pakaian berwarna hijau. Oleh karena itu, orang-orang yang nekat memakai warna hijau ketika berjalan-jalan di tepi pantai akan ditarik oleh sang ratu untuk dijadikan pelayan dengan cara menenggelamkannya di laut.
Menurut akun Twitter @JuwitaSynyster, masyarakat di sekitar pantai kerap mendengar bunyi gamelan pada waktu tengah malam.
Konon, bunyi ini berasal dari iring-iringan pasukan Nyi Roro Kidul yang sedang melakukan perjalanan dari Pantai Selatan menuju Gunung Merapi.
2. Kota Gaib Saranjana

(Foto: Twitter/sosmedkeras)
Ada banyak kisah mengenai kota gaib yang katanya ada di Kalimantan ini. Berawal dari cerita mulut ke mulut hingga menyebar ke khalayak dan akhirnya menjadi bagian dari urban legend terseram di Indonesia.
Kota ini disebut-sebut memiliki peradaban yang sangat maju, tetapi keberadaannya tak pernah muncul dalam peta.
Belakangan ini beredar foto seorang perempuan berlatar belakang suasana kota. Menurut cuitan di akun Twitter @sosmedkeras, wanita itu sebenarnya berfoto dengan latar hutan, sehingga banyak yang bilang bahwa apa yang tertangkap kamera tersebut adalah Kota Saranjana.
Meski demikian, banyak yang menyangkal pendapat bahwa latar foto itu adalah Kota Saranjana, tetapi hanyalah sebuah efek kamera.
Diketahui penyanyi Ari Lasso dan grup band Kotak juga mengaku pernah manggung di sebuah kota yang diduga Kota Gaib Saranjana.
3. Pocong Sukowati di Temanggung
Dilansir dari kanal YouTube Hirotada Radifan, Sukowati adalah seorang gadis yatim piatu asal Temanggung, Jawa Tengah di usianya yang ke-23. Gadis ini tinggal hanya bersama nenek.
Parasnya yang cantik membuat banyak pemuda datang untuk melamar, mulai dari orang biasa hingga konglomerat. Sayangnya, semua pemuda itu ditolak.
Wati telah cukup lama menjalin hubungan dengan Bondan, tetapi tidak mendapatkan restu dari kedua belah pihak. Meskipun begitu, Wati tetap bertahan menunggu restu.
Sayangnya pada tahun 1974, Bondan dinikahkan dengan perempuan pilihan orang tua. Sementara, Wati yang pada saat itu telah mengandung anak Bondan harus menanggung malu seorang diri.
Wati pun mengurung diri di dalam rumahnya selama berhari-hari. Pada hari ke tujuh, Wati ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya. Sementara neneknya yang sudah tua hanya terbaring tak berdaya karena penyakitnya.
Sejak saat itu, teror pocong Sukowati pun dimulai. Banyak warga desa yang mengaku didatangi pocong Sukowati.
Itulah 3 cerita urban legend terseram di Indonesia yang paling populer di kalangan masyarakat. **** (Kontributor: Eni Damayanti)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji