HARIANE JOGJA – Seorang mahasiswa Unhas lakukan aksi diam baru-baru ini menjadi pembicaraan hangat di media sosial.
Aksi tunggal tersebut diketahui karena mahasiswa tak mampu bayar UKT Unhas (Universitas Hasanuddin) yang dinilai makin tak terjangkau.
Menindaklanjuti viralnya protes terkait UKT Unhas, aliansi mahasiswa kampus negeri di Makassar ini kemudian melakukan aksi masa demi mencapai keringanan UKT.
Mahasiswa Unhas Lakukan Aksi Diam Karena Tak Mampu Bayar UKT
Melansir dari akun Twitter @AliansiUnhas, aksi diam seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar pada 31 Januari 2023 lalu sempat menjadi perhatian publik.
Perempuan yang mengenakan jas almamater Unhas ini melakukan aksi diam dengan memegang sebuah poster bertuliskan “Saya anak nelayan tidak mampu bayar UKT” dilengkapi dengan tagar #Unhastidakaman.
Menurut akun tersebut, kampus Unhas kini sudah menjelma menjadi kampus elit yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja.
Mahasiswa sampai menjuluki kampusnya itu dengan sebutan Universitas Hampir Swasta (Unhas).
Viralnya mahasiswa tak mampu bayar UKT Unhas tersebut kemudian mendapat respon dari mahasiswa Unhas lain yang seakan turut merasakan sulitnya membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal).
Aksi tersebut dikatakan bukanlah yang pertama, tetapi telah didahului aksi-aksi lain yang serupa sebagai bentuk protes terhadap seluruh instansi pendidikan yang makin hari makin mahal.
Aksi Diam yang Viral Picu Aksi Masa di Depan Gedung Rektorat

Berangkat dari aksi diam yang viral tersebut, Serikat Mahasiswa Unhas kemudian melakukan aksi massa di depan gedung Rektorat Unhas pada 2 Februari 2023 lalu.
Dilansir dari laman Penerbitan Kampus Identitas Universitas Hasanuddin, sekitar pukul 15.30 WITA, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Unhas (Semaun), melakukan aksi di depan Gedung Rektorat Unhas untuk menuntut penurunan dan perpanjangan masa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Saat ini, UKT yang ditetapkan Unhas berkisar dari Rp 500.000 hingga Rp 5.500.000 bagi penerima jalur SNMPTN dan SBMPTN, sedangkan jalur mandiri Rp 3.500.000 sampai Rp 20.000.000.
Ada sekitar 20 mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut. Perwakilan massa aksi kemudian diarahkan untuk menemui Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr, drg. Muhammad Ruslin Sp BM di lantai 2, Gedung Rektorat Unhas.
Ruslin mengatakan bahwa masa pembayaran UKT akan diperpanjang hingga hari 10 Februari 2023. Perpanjangan masa pembayaran UKT ini menurutnya memang sudah direncanakan sebelumnya.

Namun, sebelum mengeluarkan surat, pihaknya akan menganalisis terlebih dulu jumlah mahasiswa yang belum bayar dan diketahui ada sekitar 11 ribu mahasiswa yang belum bayar UKT.
Sementara itu, pada Survey Penyesuaian UKT Mahasiswa Unhas, yang disebar oleh Twitter @AliansiUnhas, berikut tiga poin hasil audiensi mahasiswa bersama Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Biro Kemahasiswaan, dan Direktur Keuangan Unhas:
1. Perpanjangan masa pembayaran UKT Unhas sampai 10 Februari 2023 karena masih ada sekitar 11.000 mahasiswa yang belum melakukan pembayaran dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan penyesuaian UKT.
2. Kesepakatan untuk menjalankan amanat PERMENDIKBUD No. 25 Tahun 2020 terutama pasal 9 terkait sebab-sebab penyesuaian UKT.
3. Pihak kampus setuju untuk menambah kuota KIP yang awalnya 20% menjadi 35%.
Lebih lanjut, Serikat Mahasiswa Unhas kembali melakukan riset yang lebih komprehensif untuk mendata mahasiswa Unhas untuk dijadikan landasan melakukan advokasi.
Diharapkan usai viralnya mahasiswa Unhas lakukan aksi diam ini, sektor pendidikan mendapatkan perhatian lebih dari pihak terkait. **** (Kontributor: Eni Damayanti)
Baca artikel lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji