Viral Mahasiswa Unhas Lakukan Aksi Diam, 11 Ribu Pelajar Belum Sanggup Bayar

HARIANE JOGJA – Seorang mahasiswa Unhas lakukan aksi diam baru-baru ini menjadi pembicaraan hangat di media sosial.

Aksi tunggal tersebut diketahui karena mahasiswa tak mampu bayar UKT Unhas (Universitas Hasanuddin) yang dinilai makin tak terjangkau.

Menindaklanjuti viralnya protes terkait UKT Unhas, aliansi mahasiswa kampus negeri di Makassar ini kemudian melakukan aksi masa demi mencapai keringanan UKT.

Mahasiswa Unhas Lakukan Aksi Diam Karena Tak Mampu Bayar UKT

Melansir dari akun Twitter @AliansiUnhas, aksi diam seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar pada 31 Januari 2023 lalu sempat menjadi perhatian publik.

Perempuan yang mengenakan jas almamater Unhas ini melakukan aksi diam dengan memegang sebuah poster bertuliskan “Saya anak nelayan tidak mampu bayar UKT” dilengkapi dengan tagar #Unhastidakaman.

Menurut akun tersebut, kampus Unhas kini sudah menjelma menjadi kampus elit yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja.

BACA JUGA:  Sah! MK Putuskan Sistem Pemilu 2024 Tetap Proporsional Terbuka dan Menolak Sistem Tertutup

Mahasiswa sampai menjuluki kampusnya itu dengan sebutan Universitas Hampir Swasta (Unhas).

Viralnya mahasiswa tak mampu bayar UKT Unhas tersebut kemudian mendapat respon dari mahasiswa Unhas lain yang seakan turut merasakan sulitnya membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal).

Aksi tersebut dikatakan bukanlah yang pertama, tetapi telah didahului aksi-aksi lain yang serupa sebagai bentuk protes terhadap seluruh instansi pendidikan yang makin hari makin mahal.

Aksi Diam yang Viral Picu Aksi Masa di Depan Gedung Rektorat

mahasiswa Unhas Lakukan aksi diam
Aksi demo mahasiswa terkait mahalnya UKT juga banyak dilakukan di banyak kampus ternama di Indonesia. (Ilustrasi: freepik/makyzz)

Berangkat dari aksi diam yang viral tersebut, Serikat Mahasiswa Unhas kemudian melakukan aksi massa di depan gedung Rektorat Unhas pada 2 Februari 2023 lalu.

Dilansir dari laman Penerbitan Kampus Identitas Universitas Hasanuddin, sekitar pukul 15.30 WITA, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Unhas (Semaun), melakukan aksi di depan Gedung Rektorat Unhas untuk menuntut penurunan dan perpanjangan masa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Saat ini, UKT yang ditetapkan Unhas berkisar dari Rp 500.000 hingga Rp 5.500.000 bagi penerima jalur SNMPTN dan SBMPTN, sedangkan jalur mandiri Rp 3.500.000 sampai Rp 20.000.000.

Ada sekitar 20 mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut. Perwakilan massa aksi kemudian diarahkan untuk menemui Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr, drg. Muhammad Ruslin Sp BM di lantai 2, Gedung Rektorat Unhas.

Ruslin mengatakan bahwa masa pembayaran UKT akan diperpanjang hingga hari 10 Februari 2023. Perpanjangan masa pembayaran UKT ini menurutnya memang sudah direncanakan sebelumnya.

BACA JUGA:  Mahasiswi Kalbar Meninggal di Bantul, Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kamar Kos oleh Mantan Pacar
mahasiswa Unhas Lakukan aksi diam
Sebanyak 11 ribu mahasiswa Unhas disebut belum bayar UKT. (Foto: Twitter/AliansiUnhas)

Namun, sebelum mengeluarkan surat, pihaknya akan menganalisis terlebih dulu jumlah mahasiswa yang belum bayar dan diketahui ada sekitar 11 ribu mahasiswa yang belum bayar UKT.

Sementara itu, pada Survey Penyesuaian UKT Mahasiswa Unhas, yang disebar oleh Twitter @AliansiUnhas, berikut tiga poin hasil audiensi mahasiswa bersama Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Biro Kemahasiswaan, dan Direktur Keuangan Unhas:

1. Perpanjangan masa pembayaran UKT Unhas sampai 10 Februari 2023 karena masih ada sekitar 11.000 mahasiswa yang belum melakukan pembayaran dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan penyesuaian UKT.

2. Kesepakatan untuk menjalankan amanat PERMENDIKBUD No. 25 Tahun 2020 terutama pasal 9 terkait sebab-sebab penyesuaian UKT.

3. Pihak kampus setuju untuk menambah kuota KIP yang awalnya 20% menjadi 35%.

Lebih lanjut, Serikat Mahasiswa Unhas kembali melakukan riset yang lebih komprehensif untuk mendata mahasiswa Unhas untuk dijadikan landasan melakukan advokasi.

Diharapkan usai viralnya mahasiswa Unhas lakukan aksi diam ini, sektor pendidikan mendapatkan perhatian lebih dari pihak terkait. **** (Kontributor: Eni Damayanti)

Baca artikel lainnya di Hariane.com