HARIANE JOGJA – Tanggal 25 Februari hari lahir Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia kesebelas, yaitu Boediono.
Sejak kelahirannya pada tahun 1943, Wapres dengan julukan The Man to Get the Job Done ini juga senantiasa meniti karir hingga memiliki segudang pengalaman dalam sektor ekonomi.
Hal itu menjadikan tanggal 25 Februari hari lahir yang sebaiknya diketahui, setidaknya untuk mengingat segenap jasa Boediono dalam membangun bangsa Indonesia serta meneladani sepak terjangnya.
Setelah tahu bahwa tanggal 25 Februari hari lahir Boediono, berikut profil Wapres RI kesebelas ini.
Prof. Dr. H. Boediono, B.Sc., M.Ec atau yang lebih akrab disapa dengan Boediono lahir di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur seperti yang dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Sejak terpilih dalam Pilpres tahun 2009, Boediono menjadi seorang Wakil Presiden RI kesebelas mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden petahana dengan masa jabatan selama lima tahun, mulai 20 Oktober 2009 hingga 2014.
Adapun riwayat pendidikan Boediono, yaitu:
·Universitas Western Australia: Bachelor of Economics (Hons.)
·Universitas Monash: Master of Economics
·Wharton School, Universitas Pennsylvania: Mendapat gelar Ph.D. dalam bidang ekonomi
Selain momen menarik di tanggal 25 Februari hari lahir Wapres RI Kesebelas, berikut karir menarik dari Boediono.
·Menjadi seorang Executive Board for Asia – Wharton Advisory Boards di The Wharton School of the University of Pennsylvania
·Menjadi Commissioner of Commission on Growth and Development
·Menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bapada masa Kabinet Reformasi Pembangunan
·Menjadi Menteri Keuangan pada masa Kabinet Gotong Royong
·Menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
·Berperan sebagai Direktur Bank Indonesia (setara dengan posisi Deputi Gubernur)
·Menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia
·Menjabat sebagai Wakil Presiden RI kesebelas
·Pernah menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi di Universitas Gadjah Mada
Dua Buku Monograf Karya Boediono

Dilansir dari laman Perpustakaan Nasional RI, buku monograf pertama yang ditulis oleh Wapres RI ini berjudul Ekonomi Indonesia, Mau ke Mana?
Buku kumpulan esai ekonomi terbitan Kepustakaan Populer Gramedia Jakarta di tahun 2009 karya Boediono dirilis atas dasar kerja sama dengan pihak Freedom Institute.
Selanjutnya terdapat buku monograf kedua terbitan Mizan (Pustaka dan Media Utama) Bandung edisi 2016 yang berjudul Ekonomi Indonesia : dalam lintasan sejarah.
Pada bagian abstraknya tertulis bahwa buku ini dikatakan cukup istimewa apabila dilihat dari segi historisnya, yaitu sejak zaman Belanda hingga kontemporer.
Dilengkapi penjelasan metodis yang detail namun dibawakan dengan gaya penulisan sederhana sehingga layak untuk menjadi rujukan utama sekaligus investasi ilmu bagi segenap dosen, mahasiswa, peneliti, pengamat, hingga pelaku sektor perekonomian Indonesia.

Seorang Jurnalis Televisi, Najwa Shihab pun turut memberikan pendapatnya mengenai karya kedua Boediono ini dalam sampul terdepan buku, sebagaimana berikut:
Referensi penting bagi setiap orang yang ingin memahami perjalanan perekonomian bangsa. Tajam karena didasari pengalaman konkret merencanakan dan mengelola negara. Mendalam karena latar belakang penulis sebagai akademisi yang dikenal cermat dan rasional.
Itulah ulasan mengenai tanggal 25 Februari hari lahir Boediono selaku Wakil Presiden RI kesebelas beserta sepak terjang karir dan karyanya.****
(Kontributor: Irena Dyah Kristina)
Temukan artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Zakie Hakim
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji