Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai

Kolaborasi Jaga Warga dan Call Center 110: Benteng Perlindungan Pelajar

Pemerintah DIY tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis telah disiapkan, termasuk penguatan inisiatif Jaga Warga sebagai garda sosial terdepan untuk mengawasi anak-anak di jam rawan.

Masyarakat diimbau menegur dengan santun, melapor bila melihat tanda bahaya, dan memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan kondisi yang memerlukan penanganan kepolisian.

“Yang kita lawan adalah perilakunya, bukan masa depan anaknya,” tegas Ni Made.

Pesan ini menjadi penegasan bahwa negara hadir untuk melindungi, namun tetap tegas dalam penegakan hukum. Ruang pembinaan dan pemulihan tetap terbuka bagi pelajar yang tersesat.

Deklarasi Pelajar Jogja: Komitmen Generasi Santun dan Cinta Damai

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai. Seluruh siswa dan warga SMA N 1 Yogyakarta menyatakan komitmen:

✅ Menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan
✅ Menolak penggunaan dan peredaran narkoba
✅ Menolak minuman beralkohol
✅ Menolak aktivitas pornografi dan pornoaksi
✅ Berani melaporkan setiap pelanggaran di lingkungan sekolah

Respon Positif Sekolah: “Anak-anak Sangat Terbuka kepada Kami”

Plt. Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta, Siti Hajarwati, mengapresiasi keterlibatan langsung pemerintah dalam pembinaan karakter pelajar.

“Anak-anak tentu merasa berkesan karena pemerintah turun langsung ke sekolah,” ujarnya.

Yang membanggakan, hingga saat ini SMA N 1 Yogyakarta belum menemukan kasus penyalahgunaan narkoba maupun kenakalan remaja. Siti berharap kondisi ini tetap terjaga melalui keterbukaan siswa dan soliditas tim sekolah.

“Alhamdulillah belum ada, dan mudah-mudahan tidak akan ada sampai kapan pun,” pungkasnya.