HARIANE JOGJA- Didukung penuh oleh PT PLN (Persero), Yayasan Dayasos Citra Korporat dan Komunitas Terimakasih Indonesia hadirkan kegiatan Diskusi ‘Teknologi dan Petani’, Sabtu, 19 Agustus 2023.
Bertempat di Kantor Kepala Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah, kegiatan yang termasuk Program Community for Sustainability itu dihadiri oleh puluhan pegiat media komunitas dan para petani muda.
Penanggungjawab Program Yayasan Dayasos Citra Korporat, Pranasik Faihaan, mengatakan anak muda harus lebih melek lagi dalam bidang pertanian. Meskipun belum dilirik, dirinya optimis Petani jadi salah satu daya tarik bagi anak muda di masa depan.
“Jangan ragu menjadi petani. Meskipun saat ini sektor pertanian belum banyak di lirik anak muda, harapannya program Community for Sustainability akan menjadi daya tarik dan magnet tersendiri dan membawa kebermanfaatan bagi lingkungan,” ucapnya.
Program ini diharapkan dapat mendekatkan sektor pertanian kepada generasi muda serta membuka dialog dan peluang kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk merespon permasalahan pertanian.
Diketahui, kegiatan ini juga dihadiri oleh Manager PLN ULP Delanggu, Krisna Adi dan Manager Unit Layanan Kantor Perwakilan Yogyakarta PLN Icon+, Datwillyana Noviarno.
Selain itu tampak hadir Ketua Komunitas Petani Muda Klaten, Muhammad Ichsan, dan Kepala Desa Burakan, Surata.
Sementara, sebagai narasumber diskusi yakni Manajer Pedesaan Farm, Rio Kornel, dan Penasehat Komunitas Petani Muda Klaten, Yusuf Murdani.
Smart Farming dan Electrifying Agriculture dalam Program Program Community for Sustainability

Disebutkan bahwa kampanye Electrifying Agriculture ini mengedepankan kehidupan berkelanjutan dengan energi terbarukan, khususnya sektor pertanian yang dibahas para pengisi sesi diskusi.
Dalam sesi pertama, Rio Kornel menyampaikan bahwa petani muda sudah saatnya melirik pasar digital untuk memasarkan produknya. Termasuk untuk meningkatkan wawasan dalam sektor agribisnis.
“Sektor agribisnis harus mulai merambah ruang digital dalam pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Sementara itu, Yusuf Murdani dihadapan peserta sempar membagikan tips dalam berinovasi di sektor agribisnis. Salah satunya memahami indikator keberhasilan dalam sektor ini.
Yusuf mengatakan bahwa indikator tersebut tidak lepas dari peran penting Electrifying Agriculture, dimana energi listrik dapat memudahkan dan meningkatkan efesiensi kerja petani.
“Smart Farming punya manfaat, terutama menarik minat anak muda dalam sektor pertanian,” ucapnya.
Hal ini diamini oleh Manager PLN ULP Delanggu, Krisna Adi yang menjelaskan kegunaan Electrifying Agriculture bagi petani.
Pihaknya optimis dengan Electrifying Agriculture pekerjaan petani akan lebih efektif dan mudah sehingga akan memudahkan petani muda dalam pekerjaannya.
Hal ini tentu sebagai solusi dari sulitnya melakukan regenerasi petani, dimana selama ini pekerjaan petani dinilai terlalu berat dilakuan oleh generasi sekarang.
“Listrik untuk petani itu bukan hanya untuk sawah saja, tapi juga untuk perikanan, peternakan bisa. Jadi PLN itu kami mendukung program pemerintah bagaimana mengkonversi BBM ke Listrik,” ujarnya.
Krisna juga menambahkan konversi tersebut telah membantu banyak petani untuk menekan biaya operasional bahan bakar. Melalui program Community for Sustainability diharapkan sektor pertanian dapat terbantu dalam menggunakan energi terbarukan.****
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Rizky Riawan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji