Perbedaan Turbocharger Vs Supercharger, Mana yang Lebih Unggul?

Perbedaan turbocharger vs supercharger yang paling mendasar adalah pada cara menghasilkan udara bertekanan.

Turbocharger memanfaatkan tekanan gas buang sisa pembakaran yang disalurkan oleh knlapot. Tekanan gas buang ini kemudian akan memutar turbin yang kemudian akan menarik udara dan memampatkannya.

Udara bertekanan tersebut kemudian akan disalurkan ke intake mesin, yang kemudian akan dicampurkan dengan bahan bakar untuk dibakar di dalam silinder mesin.

Karena daya yang dipakai untuk beroperasi diambil dari tekanan gas buang, maka secara keseluruhan, sistem turbocharger memiliki efisiensi yang tinggi.

Selain itu, turbocharger juga dapat dipasang ke mesin dengan daya yang kecil dan dapat secara langsung meningkatkan performanya, karena tidak ada daya operasional yang diambil langsung dari mesin.

Namun, turbocharger terkenal karena memiliki jeda operasional yang akan semakin bertambah dengan semakin besar ukuran dari turbin yang digunakan.

Tenaga yang tidak linier ini dapat mengagetkan, dan dapat membuat pengalaman berkendara menjadi tidak menyenangkan, karena tambahan tenaga baru terasa di putaran mesin yang relatif tinggi.

Supercharger

Supercharger
Supercharger memiliki respon tenaga yang linier (Foto: Pixabay/652234)

Jika turbocharger beroperasi menggunakan tekanan gas buang, maka supercharger beroperasi dengan mengambil langsung tenaga dari mesin.

Supercharger tidak memiliki jeda seperti turbocharger, karena ketika mesin dihidupkan maka supercharger pun ikut hidup dan siap beroperasi.

Admin