HARIANE JOGJA – Kelas lensa Sigma merupakan topik harus diketahui oleh pelaku fotografi maupun videografi yang mencari produk buatan pihak ketiga.
Hal ini dikarenakan setiap kelas lensa Sigma memiliki harga, spesifikasi, dan peruntukan desain tersendiri.
Akan ada lensa yang tersedia di satu kelas, namun tidak tersedia di kelas lain.
Agar tidak salah pilih, ada baiknya untuk mencari tahu terlebih dahulu mengenai kelas lensa Sigma, agar sesuai dengan kebutuhan.
Hal ini juga untuk menyesuaikan isi kantong, karena tidak hanya spesifikasinya yang bervariasi, namun juga harganya.
Kelas Lensa Sigma
Menurut situs resmi Sigma, saat ini perusahaan asal Jepang tersebut memiliki 3 kelas lensa yang dipasarkan.
Sebagai produsen pihak ke tiga, lensa–lensa tersebut tersedia untuk banyak body kamera yang ada saat ini, meskipun tidak seluruhnya.
Agar lebih jelas, berikut penjelasan mengenai 3 kelas lensa Sigma berserta penjelasan dan peruntukkan masing – masing lensanya.
1. Kelas Art

Kelas pertama dari keluaran Sigma adalah Art. Lini lensa ini bisa dikatakan sebagai lini high end atau kelas profesional.
Menurut Sigma, lini Art didesain untuk memenuhi kebutuhan dari para profesional dan artis yang membutuhkan performa terbaik tanpa kompromi sedikitpun.
Tidak hanya performa optik, namun fitur – fitur seperti fokus otomatis yang gesit, ketahanan terhadap cuaca, hingga build quality yang baik.
Lensa yang tersedia di lini Art meliputi lensa super wide, telephoto zoom, hingga lensa prime dengan bukaan cepat yang cocok untuk pemotretan di kondisi cahaya redup.
Namun, lensa Art biasanya memiliki ukuran yang cukup besar, dan harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan jajaran lensa keluaran Sigma lainnya.
Meski begitu masih lebih murah dibandingkan dengan lensa pihak pertama untuk spesifikasi yang sama.
Salah satu lensa yang masuk alam lini Art adalah Sigma 50mm f/1.4 DG DN HSM, yang dapat ditemukan di marketplace dengan harga kisaran Rp 12,5 juta.
2. Kelas Contemporary

Kelas lensa Sigma selanjutnya adalah Contemporary. Lini lensa ini merupakan lensa yang posisinya berada di bawah seri Art.
Menurut Sigma, seri Contemporary sendiri didesain dengan memadukan kemampuan teknologi terbaru, namun dengan ukuran yang kompak.
Berbeda dengan seri Art yang biasanya berukuran besar, lini Contemporary biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dan harganya pun lebih murah.
Meskipun secara kualitas tidak bisa dianggap remeh, kompromi di ukuran ini menjadikan beberapa hal akan dikorbankan, misalnya kualitas gambar, build quality, atau fitur–fitur lainnya.
Salah satu contoh lensa Sigma yang masuk dalam lini Contemporary adalah 56mm f/1.4 DC DN.
Lensa jenis ini memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan kelas Art dengan bukaan sama, namun memiliki body dari plastik dan kualitas gambar yang berbeda.
3. Kelas Sports

Lini lensa Sigma terakhir adalah Sports. Sesuai namanya, lensa yang masuk dalam lini ini adalah lensa yang spesifik didesain untuk keperluan fotografi olahraga.
Seluruh lensa Sports adalah lensa telephoto yang mampu menjangkau momen olahraga yang terjadi di kejauhan. Meski kemampuan ini dikompromikan dengan ukuran yang panjang dan besar.
Tidak banyak lensa yang masuk dalam lini ini. Saat artikel ini ditulis, lini Sports baru memiliki 6 lensa, salah satunya adalah Sigma 60-600mm f/4.5-6.3 DG DN OS.
Tiga kelas lensa Sigma di atas memiliki peruntukan dan karakteristik masing–masing.****
(Kontributor: Putra Ramadhan)
Temukan artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Zakie Hakim
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji