2 Korban Dukun Pengganda Uang Banjarnegara Diserahkan Keluarga, Polres Buka Pos Pengaduan Orang Hilang

HARIANE JOGJA – Dua dari 12 korban dukun pengganda uang Banjarnegara diserahkan kepada keluarga, Jumat, 7 April 2023.

Sementara itu Polres Banjarnegara masih membuka pos pengaduan orang hilang.

Total 12 korban dukun pengganda uang Banjarnegara yang ditemukan di kebun Slamet Tohari, di Kecamatan Wanayasa.

Penyerahan Korban Dukun Pengganda Uang Banjarnegara

Korban dukun pengganda uang Banjarnegara
Kapolres Banjarnegara menyerahkan jenazah korban kepada keluarga. (Foto: Instagram/polresbanjarnegara)

Dua korban dukun Slamet Tohari yang berasal dari Lampung diserahkan langsung oleh Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto.

Dua korban tersebut merupakan sepasang suami istri yang ditemukan pada pencarian hari ketiga, Selasa, 4 April 2023.

Diketahui korban tersebut bernama Irsyad dan istrinya, Wahyu Triningsih warga Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pasawaran, Lampung.

Penyerahan jenazah dua korban tersebut dilakukan di RSUD Hj Anna Lasmanah, Banjarnegara.

Diberitakan sebelumnya, kasus dukun pengganda uang Banjarnegara terus didalami oleh polisi.

Setidaknya 12 korban yang berasal dari berbagai daerah ditemukan terkubur di kebun milik Slamet Tohari.

Dukun Slamet diamankan setelah terungkap praktik abal-abalnya dengan dalih dapat menggandakan uang.

Alih-alih mendapatkan uang berkali lipat, nyawa para korban justru dihabisi dengan memberi minuman bercampur potasium (racun ikan) dan obat penenang.

Slamet Tohari kemudian mengubur para korban setelah memastikan sudah tidak bernyawa.

Slamet bertujuan untuk menguasai uang mahar yang sebelumnya sudah diberikan oleh para korban sebelumnya.

Jumlah uang mahar dari setiap korban beragam, antara Rp 40-70 juta perorangnya.

Para korban yang tak kunjung mendapatkan uangnya, kemudian menagih kepada Slamet.

Tak tahan ditagih, Slamet justru membunuh para korban.

Korban dukun pengganda uang Banjarnegara
(Foto: Instagram/polresbanjarnegara)

Sembilan dari 12 korban sudah dimakamkan di pemakaman umum setempat setelah dilakukan otopsi.

Sementara satu korban lainnya juga telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Polisi hingga kini masih berusaha menemukan keluarga dari sembilan korban dukun pengganda uang Banjarnegara tersebut. ****

 

Temukan artikel lainnya di hariane.com