Kenali 7 Tanda Pasangan Berpotensi Melakukan KDRT, Jangan Sampai Jadi Korban

Sayangnya, korban KDRT sendiri cenderung denial pada perilaku pasangan yang berpotensi atau malah pernah melakukan kekerasan terhadapnya dan berharap pasangan dapat berubah di kemudian hari.

Oleh karena itu, selain tanda pasangan berpotensi melakukan KDRT, sebaiknya pahamilah juga siklus yang kerap terjadi dalam kasus KDRT!

Dilansir dari lama Healthdirect, siklus dimulai dari fase build up atau penumpukan ketegangan. Jika sudah banyak konflik yang memicu ketegangan dalam hubungan, maka akan berlanjut ke fase the explosion atau ledakan, di mana kekerasan biasanya akan terjadi.

Setelah itu, mungkin pasangan akan merasa menyesal sehingga masuk pada fase remorse. Pasangan merasa malu dengan perilakunya, lalu meminta maaf, memohon pengampunan, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

BACA JUGA:  Jadwal Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2023, Hadir Kembali Setelah 2 Tahun Ditiadakan

Fase terakhir adalah honey moon atau bulan madu, di mana pasangan mungkin akan memberikan hadiah dan kasih sayang berlebih. Hal ini membuat kekerasan yang terjadi terlupakan begitu saja.

Jika sudah di fase honey moon, sebaiknya korban berhati-hati karena biasanya KDRT bisa terulang kembali mulai dari fase yang pertama. Siklus kemudian akan terus berputar, jika korban juga terus memberikan pemakluman..

Mengenali tanda pasangan berpotensi melakukan KDRT adalah langkah awal yang baik untuk mendapatkan hubungan yang sehat. Sebab, KDRT bukan hanya merugikan secara fisik tetapi juga menimbulkan dampak psikologi yang serius. **** (Kontributor: Eni Damaya)

 

Baca artikel menarik lainnya di hariane.com

Admin