Jalan Viaduct Gilingan Solo Ditutup Sekitar 2 Bulan , Berikut Rekayasa Lalu Lintasnya

HARIANE JOGJA Jalan Viaduct Gilingan Solo ditutup mulai hari ini oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta,

Sehingga masyarakat yang biasa melintasi jalan ini diharap mengikuti skema rekayasa lalulintas seperti disampaikan melalui artikel ini.

Dishub Kota Solo merilis bahwa penutupan Jalan Viaduct Gilingan disebabkan adanya pekerjaan penurunan elevasi jalan.

Jalan Viaduct Gilingan Solo ditutup oleh petugas dalam periode yang cukup panjang, yakni dari 19 Februari 2023 sampai 27 Mei 2023 mendatang.

Dishub Kota Solo kemudian menyiapkan rekayasa lalu lintas agar mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar.

Rekayasa Lalu Lintas Jalan Viaduct Gilingan Solo Ditutup Mulai 19 Februari 2023 sampai 27 Mei 2023

Dalam rangka penutupan Jalan Viaduct Gilingan karena ada pekerjaan penurunan elevasi, Dishub Kota Solo menyiapkan sebanyak sembilan rute alternatif yang dapat diakses masyarakat.

Pengguna jalan bisa memilih skema rute perjalanan sesuai lokasi masing-masing.

Jalan Viaduct Gilingan Solo ditutup

Rekayasa lalulintas setelah Jalan Viaduct Gilingan Solo ditutup. (Foto: Instagram/dishubsurakarta)

Skema dua arah rute dari barat menuju Viaduct Gilingan:

1.JI. Popda >> JI. S Parman >> Jl. Monginsidi >> JI. DI Panjahitan

2.Jl. Piere Tendean >> JI. S Parman >> Jl. Monginsidi >> JI. DI Panjaitan

3. Jl. Raya Solo >> JI. S Parman >> JI. Monginsidi >> JI, DI Panjaitan

Skema 2 Arah Rute Dari Timur Menuju Viaduct Gilingan:

1.Jl. Kolonel Sutarto >> Jl. Monginsidi >> JI. S Parman

2.Jl. Tentara Pelajar >> JI. DI Panjaitan >> JI. Monginsidi >> JI. S Parman

3.Jl. Kolonel Sugiono >> Jl. L Sutoyo >> JI. DI Panjaitan >>
Jl. Monginsidi >> JI. S Parman

 

Jalan Viaduct Gilingan Solo ditutup

Rekayasa lalulintas setelah Jalan Viaduct Gilingan Solo ditutup. (Foto: Instagram/dishubsurakarta)

Selain rute alternatif, Dishub Kota Solo turut memberikan tips empat langkah manajemen dalam menghadapi penutupan Jalan Viaduct Gilingan, berikut tips-nya:

1.Manajemen Rute Perjalanan

Masyarakat Kota Solo diharapkan memilih rute alternatif yang paling efektif untuk menghindari keterlambatan karena Viaduct Gilingan ditutup.

Manajemen rute perjalanan sangat disarankan dilakukan untuk menghindari macet dan bingung di tengah jalan.

2. Manajemen Waktu Perjalanan

Manajemen waktu perjalanan menjadi penting untuk menghindari potensi kemacetan dan adaptasi rute perjalanan baru.

Oleh karenanya masyarakat dihimbau untuk memanajemen waktu keberangkatan lebih ekstra dari biasanya. Pasalnya bisa saja akan terjadi kemacetan atau kemungkinan salah jalan.

3. Manajemen moda transportasi yang digunakan

Viaduct Gilingan ditutup artinya akan ada pengurangan rute perjalanan. Untuk itu masyarakat diharapkan lebih selektif dalam menentukan moda transportasi yang akan digunakan.

4. Manajemen maksud perjalanan

Apabila bukan merupakan perjalanan yang mendesak ada baiknya jika memilih rute yang kemungkinan macetnya rendah.

Masyarakat Kota Solo juga diharapkan lebih mempertimbangkan jika hendak bepergian, terutama jika lokasi tujuannya harus melewati Viaduct Gilingan.

Dishub Kota Solo juga turut mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyaman yang telah ditimbulkan dari Jalan Viaduct Gilingan Solo ditutup. ****

(Kontributor: Rema Emiliana)

Temukan artikel menarik lainnya di hariane.com