Heboh Air Laut Dua Warna di Pantai Baron, Kok Bisa?

Dilansir dari laman SMK Taruna Bangsa, tidak dapat bercampurnya air laut dan tawar karena kedua air ini memiliki karakteristik yang berbeda.

Kedua air ini memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari suhu air, kadar garam, dan kerapatan air.

Fenomena air yang bertemu, namun tidak saling campur, dalam fisika juga disebabkan karena tegangan permukaan.

Kedua air tersebut memiliki massa jenis yang berbeda. Karena perbedaan massa jenis ini, tegangan permukaan mencegah kedua lautan untuk saling bercampur.

Efeknya, seolah-olah ada dinding tipis yang menghalangi kedua jenis air tersebut. Padahal sebenarnya pembatasnya itu merupakan air itu sendiri yang dinamakan dengan front (jabhah).

Dengan adanya pemisah ini, setiap lautan memelihara karakteristiknya sesuai dengan makhluk hidup atau ekosistem yang tinggal di lingkungan tersebut.

Dengan kata lain, biota laut di yang hidup di laut asin tidak dapat hidup di laut yang airnya tawar.

Fenomena Air Laut Dua Warna Selain di Baron

Selain di Pantai Baron, fenomena air laut dua warna juga dapat ditemukan di Selat Gibraltar yang memisahkan Benua Afrika dan Benua Eropa.

Selat tersebut juga terletak di wilayah antara dua negara yaitu Spanyol dan Maroko.

Sama seperti penjelasan sebelumya, Air Laut Tengah memiliki kerapatan yang lebih tinggi dibanding dengan yang berada di Samudera Atlantik.

Menurut sifatnya, air bergerak dari kerapatan yang tinggi menuju kerapatan yang rendah. Sehingga arus di Selat Gibraltar bergerak ke barat Samudera Atlantik.

Perbedaan karakteristik antara air Laut Tengah dan Samudera Atlantik itulah yang memunculkan fenomena air laut dua warna. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)

Admin