HARIANE JOGJA – Fakta unik Candi Prambanan selalu menarik untuk disimak karena tidak hanya punya nilai sejarah yang tinggi tapi lokasinya pun juga terbilang tidak biasa.
Lokasi Candi Prambanan yang ada di Kecamatan Prambanan, Desa Bokoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah ini secara bersamaan dikelola oleh dua daerah.
Selain itu, ada banyak fakta menarik Candi Prambanan yang lainnya sehingga bisa jadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin tahu sisi lain dari bangunan pra sejarah ini.
Apa yang Menjadi Fakta Unik Candi Prambanan?
1.Candi Prambanan Termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO
Candi Prambanan sendiri terkenal sebagai Cagar Budaya yang dilindungi dan sebagai objek wisata yang banyak diminati, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain sebagai Cagar Budaya, Candi Prambanan juga termasuk dalam Warisan Budaya Dunia dengan nama Prambanan Temple Compunds dari UNESCO (The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization), pada 13 Desember 1991.
Candi Prambanan menjadi situs Warisan Dunia UNESCO yang mewakili karya jenius dan kreatif manusia. Sebuah karya yang mengagumkan baik dari jenis bangunan maupun arsitektur yang menjadi sejarah penting peradaban manusia.
2. Candi Prambanan merupakan Candi Hindu Terbesar di Indonesia
Dilansir dari situs Pemkab Sleman, Candi Prambanan merupakan Candi Hindu Terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, yang dibangun pada abad ke-9 Masehi.
Menurut sejarahnya, fakta menarik Candi Prambanan ini memiliki 3 candi utama yang dipersembahkan untuk Trimurti, 3 Dewa utama agama Hindu yaitu Dewa Siwa, Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu.
3. Candi Prambanan Lekat dengan Legenda Roro Jonggrang
Candi ini lekat dengan cerita legenda terkenal di tanah Jawa, Roro Jonggrang.
Konon sejarahnya, Candi Prambanan ini dibangun karena kisah cinta Bandung Bondowoso yang bertepuk sebelah tangan kepada Putri Roro Jonggrang, dan akhirnya Bandung Bondowoso yang murka mengutuk Roro Jonggrang menjadi pelengkap Candi Prambanan.

4. Candi Prambanan pernah diterjang gempa besar
Yogyakarta yang menjadi lokasi Candi Prambanan pernah terkena gempa besar pada tahun 2008.
Gempa yang berkekuatan kurang lebih 6.2 Skala Richter ini membuat Candi Prambanan mengalami kerusakan yang cukup parah.
5. Candi Prambanan terletak di perbatasan 2 wilayah provinsi
Sebagai objek wisata terkenal, Candi Prambanan ini sangat unik karena letaknya yang berada di dua wilayah dan sekaligus menjadi perbatasan antara dua Provinsi yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Dilansir dari laman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta (BPCB) mengajukan permintaan terkait keterangan batas wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah di Candi Prambanan kepada Gubernur DIY pada 9 April 2012.
Batas wilayah Candi Prambanan pada Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tidak tergambar dengan jelas, bahkan hanya tampak seperti bidang tanah yang kosong.
Sedangkan pada peta lain, yang dibuat Dinas Agraria DIY, sekitar tahun 1970-an, garis batasnya membelah kawasan Candi Prambanan.
Berdasarkan pada peta yang diterbitkan Angkatan Darat Amerika Serikat dan disalin dari peta Belanda 1935, candi Hindu ini berada di wilayah Provinsi DIY.
Akan tetapi, apabila dilihat dari segi wilayah, Candi Prambanan masuk wilayah Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan, untuk lokasi parkir dan Candi Sewu kompleks Candi Prambanan masuk wilayah Klaten, Jawa Tengah.

Untuk pemeliharaan Candi Prambanan dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta. Sedangkan, Candi Sewu pemeliharaannya dilakukan oleh BPCB Jawa Tengah.
Itu dia beberapa fakta unik Candi Prambanan yang tidak hanya punya nilai historis tinggi tapi juga lokasinya yang menjadi batas antara dua wilayah. **** (Kontributor: Elza Nidhaulfa Albab)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Kontributor 8
-
Dyah Ayu
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026