HARIANE JOGJA – Bahaya sunscreen terhadap terumbu karang mesti jadi perhatian bagi yang suka beraktivitas berenang atau menyelam di laut.
Efek sunscreen pada terumbu karang bisa terjadi karena tercampurnya bahan kimia dari tabir surya ke air laut yang kemudian akan menyebabkan kerusakan salah satu biota laut tersebut.
Agar kulit tetap terlindungi dari sengatan sinar UV matahari, ketahui ciri sunscreen yang aman untuk laut demi menjaga ekosistem bawah air yang sehat.
Untuk menghindari bahayanya terhadap keberlangsungan hidup terumbu karang, manusia yang melakukan snorkeling atau menyelam tetap bisa menggunakan produk tabir surya yang dinilai aman.
Keamanan tabir surya tersebut dinilai dari tidak adanya beberapa kandungan yang akan berefek buruk terhadap terumbu karang.
Beberapa Zat dari Sunscreen yang Berbahaya untuk Terumbu Karang

Kebanyakan orang biasanya akan menggunakan tabir surya ketika melakukan diving atau snorkeling agar kulitnya tidak terbakar.
Namun dilansir dari laman Stanford Earth Matter Magazine, berdasarkan studi yang dilakukan oleh William Milch dan beberapa peneliti lainnya menunjukkan bahwa penggunaan tabir surya dengan kandungan tertentu akan merusak terumbu karang.
Seperti dilansir dari laman Florida Keys National Marine Sanctuary, terumbu karang adalah struktur masif yang terbuat dari batu kapur yang diendapkan oleh polip karang atau ribuan hewan kecil yang membentuk koloni karang.
Bahan dari sunscreen yang tidak ramah untuk terumbu karang yang paling utama ialah oxybenzone.
Berdasarkan penelitian tersebut, anemon yang terpapar oxybenzone dalam air laut buatan di bawah simulasi sinar matahari mati dalam waktu 17 hari.
Sedangkan anemon yang terkena oxybenzone tanpa adanya simulasi sinar matahari akan tetap hidup.
Oxybenzone dirancang untuk menyerap sinar ultraviolet lalu menghilangkan energi cahaya sebagai panas untuk mencegah kulit terbakar.
Namun anemon dan karang yang terpapar zat ini akan memetabolisme oxybenzone sedemikian rupa sehingga zat yang dihasilkan membentuk radikal yang merusak ketika terkena sinar matahari.
Seperti dilansir dari laman Haereticus Environmental Laboratory, selain oxybenzone ada beberapa zat lain yang menyebabkan efek sunscreen pada terumbu karang yakni sebagai berikut:
1. Nanopartikel seperti zinc oksida atau titanium dioksida
2. Octinoxate
3. 4-methylbenzylidene camphor
4. Octocrylene
5. Para-aminobenzoic acid (PABA)
6. Methyl Paraben
7. Ethyl Paraben
8. Propyl Paraben
9. Butyl Paraben
10. Benzyl Paraben
11. Triclosan
12. Homosalate
13. Octisalate
14. Butyloctyl salicylic acid
15. Propylparaben
16. Octocrylene
17. Homosalate
18. 4-methylbenzylidene camphor
19. PABA
20. Parabens
21. Triclosan
22. Segala macam mikroplastik, seperti “exfoliating beads”.
Memilih Sunscreen yang Aman untuk Laut Demi Menjaga Rumah bagi Biota Laut Lainnya

Mengapa sunscreen yang tidak ramah terumbu karang akan berbahaya bagi kelangsungan ekosistem laut?
Ada beberapa alasannya yakni sebagai berikut:
1. Seperti dilansir dari laman Stanford Earth Matter Magazine, peneliti menemukan karang memiliki mekanisme pertahanan karang yang dilakukan oleh Alga.
Alga simbiotik di karang tampaknya melindungi inangnya dengan mengasingkan racun yang dihasilkan karang dari oksibenzon.
Namun ketika air laut menghangat, karang melepaskan alga dan memperlihatkan kerangka karang seputih tulang.
Jadi, selain lebih rentan, karang yang “diputihkan” seperti itu akan lebih rentan terhadap penyakit, guncangan lingkungan, dan rentan rusak karena oxybenzone.
2. Seperti dilansir dari laman Oseanografi LIPI, berdasar penelitian di Pulau Seribu, karang yang mengalami pemutihan akan butuh waktu sekitar 7 hingga 10 tahun untuk pulih kembali.
Padahal menurut laman Florida Keys National Marine Sanctuary, terumbu karang mendukung sekitar 25 persen dari semua spesies laut yang dikenal.
Terumbu menyediakan rumah bagi lebih dari 4.000 spesies ikan, 700 spesies karang, dan ribuan tumbuhan dan hewan lainnya.
Jika karang mengalami kerusakan, hal itu berarti juga menjadi kerusakan rumah bagi biota laut lainnya. Itulah bahaya penggunaan sunscreen terhadap terumbu karang dan penting untuk memilih produk yang aman. **** (Kontributor: Elmita Amalya Ahsani)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji