HARIANE JOGJA – Bahaya lem Korea membuat seorang anak di Ciracas harus mendatangi kantor petugas pemadam kebakaran pada Sabtu, 25 Februari 2023.
Akibat ulah jahil temannya, kaki anak di Ciracas menempel sandal yang sudah diolesi lem dengan kekuatan standar industri ini.
Damkar DKI pun harus turun tangan untuk membantu kaki anak tersebut agar terlepas dari sandal tanpa melukai kulitnya.
Bahaya Lem Korea Sampai Harus Dibantu Petugas Damkar untuk Melepas Sandal
Dikutip dari akun Instagram resmi Petugas Damkar DKI @humasjakfire, seorang anak mendatangi Kantor Damkar Sektor Ciracas pada Sabtu, 25 Februari 2023 akibat sandalnya menempel kuat pada kaki.
Kejadian tersebut bermula ketika anak laki-laki yang tidak disebutkan namanya itu bermain bersama temannya.
Tak menyadari bahaya lem kuat itu jika terkena kulit secara langsung, teman korban dengan sengaja menaruh substansi tersebut ke sandal korban dengan maksud jahil.

Tak lama setelah memakai sandal yang sudah diolesi lem korea tersebut, korban berteriak kesakitan karena tidak bisa melepaskan kakinya dari sandal.
Karena tidak bisa melepasnya sendiri, korban akhirnya dibawa ke klinik terdekat oleh orang tuanya.
Sesampainya di klinik, orang tua dan korban justru disarankan untuk proses pelepasan sandal tersebut dilakukan oleh petugas damkar.
Proses pelepasan tersebut dilakukan dengan melibatkan tiga personel yang memakan waktu lebih dari satu jam.
Berbagai upaya dilakukan untuk membebaskan kaki anak di ciracas menempel sandal mulai dari menyikat menggunakan sikat gigi hingga dibasuh dengan air sabun.
Petugas melakukan proses tersebut dengan hati-hati karena tidak ingin melukai kulit si anak. Beruntungnya, petugas Damkar dapat melepaskan sandal yang menempel tersebut.
Seberapa Bahaya Lem Korea Bagi Manusia?
Lem korea atau biasa disebut super glue biasanya mengandung zat Cyanoacrylate Ethyl (ICSC).
Dikutip dari laman National Library of Medicine, Cyanoacrylate Ethyl biasanya digunakan dalam bidang manufaktur dan industri sebagai perekat terutama dalam kerajinan karena daya rekatnya yang kuat.
Cairan atau gel zat tersebut juga dirancang untuk menutup atau mengisi retakan pada cekungan permukaan yang keras.
Meskipun demikian, lem korea atau lem serbaguna yang terbuat dari bahan Cyanoacrylate Ethyl (ICSC) merupakan zat yang berbahaya jika terkena kulit secara langsung.
Menurut ILO (International Labour Organization), zat ini sangat mengiritasi mata dan kulit. Ia dapat menimbulkan rasa sakit dan iritasi berupa kemerahan.
Ditambah lagi, kulit yang terkena zat ini secara berulang atau dalam jangka waktu lama dapat mengalami peradangan.
Selain itu, zat ini juga dapat terserap ke dalam tubuh dengan menghirup uapnya.
Sifat lain dari zat ini adalah berpolimerisasi dengan cepat. Artinya, ia dapat terurai pada pemanasan dan pembakaran.
Hal ini menghasilkan asap dan gas yang beracun dan mengiritasi, termasuk dalam bentuk nitrogen oksida dan sianida.
Untuk itu, zat ICSC perlu digunakan dengan beberapa prosedur khusus agar tidak membahayakan.

Contohnya, selalu gunakan pelindung tangan atau gloves saat menggunakan zat ini. Selain itu, hindari kontak terlalu dekat dengan hidung dan mata.
Jika sudah kulit sudah terlanjur terkena zat tersebut, segera bilas dengan air yang banyak selama beberapa menit. Jika masih merasakan iritasi, segera cari pertolongan medis terdekat.
Cara-cara tersebut dapat meminimalisir risiko bahaya lem korea yang mengandung zat ICSC. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji