HARIANEJOGJA – Apa itu gaslighting? Perilaku psikologis ini jadi ramai dibincangkan setelah aktor sekaligus penyanyi asal Korea Selatan, Lee Seung Gi diduga menjadi korban.
Soal apa itu gaslighting, berawal dari muncul berita yang menyebutkan Lee Seung Gi tidak pernah mendapatkan sepeser pun bayaran dari karier menyanyinya selama 18 tahun.
Pengertian apa itu gaslighting pun jadi banyak dibahas karena dugaan CEO Hook Entertainment yang menjadi agensi Lee Seung Gi selama 18 tahun menunjukkan perilaku ini pada sang artis.
Sebenarnya apa pengertian gaslighting dan bagaimana ciri-ciri perilaku ini?
Pengertian Apa Itu Gaslighting dan Ciri-ciri yang Ditunjukkan Oleh Pelaku Gaslighting
Seperti artikel yang ditayangkan di Hariane.com dengan judul ‘Ramai Soal Lee Seung Gi Jadi Korban Gaslighting, Apa Istilah Itu Sebenarnya?’ pada Kamis, 24 November 2022, berikut adalah informasi soal istilah yang sedang trending ini.
Dilansir dari Forbes, gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang bergantung pada penciptaan keraguan diri.
Gaslighting dapat muncul dari pasangan, bos, anggota keluarga, dokter, atau siapa pun yang memiliki posisi berkuasa. Gaslighting melibatkan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan orang yang menjadi korban.
Pelaku sering mengeksploitasi stereotip atau kerentanan yang berkaitan dengan gender, seksualitas, ras, kebangsaan dan/atau kelas.
Teknik yang Biasa Dipakai Pelaku Terhadap Korban Gaslighting

Apa itu gaslighting?
Hotline Kekerasan Dalam Rumah Tangga Nasional mencantumkan lima teknik yang dapat digunakan oleh gaslighter terhadap korban, yaitu:
– Menahan, pelaku biasanya akan bersikap kasar dan berpura-pura tidak mengerti atau menolak untuk mendengarkan.
– Meremehkan, orang yang melakukan kekerasan akan membuat perasaan korban seolah-olah tampak tidak penting.
– Lupa/Penolakan, pelaku yang melakukan kekerasan berpura-pura telah melupakan apa yang sebenarnya terjadi atau menyangkal hal-hal seperti janji yang telah diberikan kepada korban.
– Melawan, pelaku yang kasar mengungkit ingatan korban tentang peristiwa yang pernah dialami sebelumnya.
– Memblokir/Mengalihkan, seseorang yang melakukan kekerasan mengubah topik pembicaraan juga mempertanyakan pemikiran korban.
Apakah Gaslighting Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental?

Terkait dengan apa itu gaslighting, tentu saja dapat membuat kesehatan mental korban berbahaya. Mereka mungkin akan mengalami kecemasan, depresi, disorientasi, merendakan harga diri, gangguan stres pascatrauma, ketakutan berlebihan akan bahaya, hingga pikiran bunuh diri.
Untuk menangani gaslighting, cobalah datang ke psikolog atau terapis. Hal itu dapat membantu mengarahkan trauma baik saat itu terjadi maupun setelah peristiwa tertentu.
Selain itu, bercerita kepada keluarga atau teman dekat untuk meminta support dan saran dari keraguan yang dialami diri sendiri juga merupakan salah satu hal yang perlu dicoba.
Pengertian apa itu gaslighting soal sumbernya, bisa datang dari hubungan pasangan, politik, sampai tempat kerja salah satunya yang dialami Lee Seung Gi jadi korban gaslighting oleh CEO agensinya tersebut. ****
Baca artikel serupa di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Dyah Ayu
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji