HARIANE JOGJA – Sebagian besar orang berasumsi bahwa alasan mengapa banyak orang percaya takhayul berkaitan dengan latar belakang budaya yang dimiliki.
Alasan mengapa banyak orang percaya takhayul sering dikaitkan dengan budaya ketimuran, maupun latar tempat tinggal yang masih ndeso (tinggal di pedesaan) sehingga lekat dengan takhayul.
Meski begitu, alasan mengapa banyak orang percaya takhayul tidak dapat dengan mudah dijelaskan, mengingat banyak juga kebudayaan barat yang memiliki takhayul juga.
Berikut alasan mengapa banyak orang percaya takhayul, seperti yang disebutkan dalam kanal YouTube The Why Files.
Apa itu takhayul?
Pernah mengucapkan bless you atau kata-kata sejenis ketika melihat orang bersin? Banyak yang berkata itu adalah bentuk kesopanan, atau merupakan bagian budaya tertentu.
Pernah memperhatikan bahwa dalam beberapa lift tidak terdapat angka 4 atau 13? Atau mungkin lebih familiar terhadap takhayul lokal seperti jangan duduk di depan pintu karena akan susah jodoh?
Beberapa contoh tadi merupakan contoh takhayul. Takhayul pada intinya merupakan sebuah kepercayaan pada suatu hal yang tidak memiliki dasar logika yang jelas.
Sementara menurut KBBI, takhayul diartikan sebagai kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap ada atau sakti, tetapi sebenarnya tidak ada atau tidak sakti.
Itu sebabnya banyak orang yang percaya takhayul, bahkan mempraktikannya, tanpa tahu sejarah, latar belakang, maupun alasan dari terciptanya takhayul tersebut.
Takhayul sedikit berbeda dengan mitos, karena meskipun keduanya dapat merupakan fiksi yang tidak jelas mengapa diciptakannya, mitos sering berbentuk cerita dengan penokohan. Sedangkan takhayul berbentuk kepercayaan pada tindakan tertentu.
- 1
- 2
Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas
BUDAYA
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
Pelatihan Bahasa Sastra Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Libatkan Teknologi Digital untuk Peningkatan Kualitas
GAYA HIDUP
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas