Penari akan berkomunikasi dengan makhluk gaib yang bertujuan mengusir musibah, menghormati makam keramat, hingga meminta hujan.
Prosesi Sandur memiliki tiga tahapan, yakni Dhing-gendhingan, Dhung-ndung, dan Andongan.
3. Kebo-keboan
Upacara Kebo-keboan menjadi salah satu wisata khas Banyuwangi yang mencolok.
Masyarakat suku Osing melakukan tradisi ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
Seseorang akan meniru gerakan bahkan visual dari hewan kerbau dengan diiringi kekuatan supranatural.
Hewan kerbau sendiri dipilih menjadi simbol makhluk yang dekat dengan mata pencaharian seorang petani.
Ritual ini rutin digelar setiap satu tahun sekali antara tanggal 1 – 10 bulan Asyura atau Muharram.
4. Seblang
Kota Banyuwangi memiliki daya tarik tersendiri di bidang tarian mistis. Dilansir dari laman Kabupaten Banyuwangi, Seblang merupakan singkatan dari ‘Sebele Ilang’ yang artinya sialnya menghilang.
Tradisi Seblang dibawakan oleh penari lansia atau penari yang belum akil baliq, tergantung penyelenggara desa.
Uniknya, sang penari akan berlenggak-lenggok selama tujuh hari berturut-turut dalam kondisi kerasukan roh.
Acara ini diselenggarakan satu tahun sekali dan dipercaya mampu menjadi tolak bala dan menjaga keselamatan desa.
5. Bantengan

Tradisi asal Jawa Timur ini muncul pertama kali pada zaman Kerajaan Singasari, seperti yang dilansir dari laman Kemendikbud.
Penulis dan Editor
-
Kontributor 10
-
Tri Lestari
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas
BUDAYA
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
Pelatihan Bahasa Sastra Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Libatkan Teknologi Digital untuk Peningkatan Kualitas
GAYA HIDUP
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas