Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng

Korban Dijebak Lewat Media Sosial

Salah satu pelaku berinisial JMA (23), yang diduga sebagai inisiator, kemudian memerintahkan dua pelaku lain, yakni BLP (18) dan YP (21), untuk menghubungi korban.

Mereka mengontak korban melalui Instagram dan menanyakan keanggotaannya di geng Kuras. Setelah korban mengakui, percakapan berlanjut menjadi saling tantang.

“DM itu tanya apakah kamu merupakan anggota geng Kuras dan diiyakan oleh korban sehingga berlanjut saling tantang,” ungkapnya.

Korban kemudian dijemput dari rumahnya, yang berujung pada aksi pengeroyokan fatal.

Polisi Dalami Unsur Perencanaan

Hingga kini, polisi masih mendalami apakah motif pengeroyokan pelajar di Bantul ini sudah direncanakan sejak awal atau terjadi secara spontan akibat emosi para pelaku.

“Masih kami dalami apakah ada perencanaan atau tidak,” imbuh Bayu.

BACA JUGA:  Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati

Peran Pelaku Berbeda-beda

Dalam kasus ini, tujuh pelaku memiliki peran masing-masing. JMA disebut sebagai otak di balik aksi tersebut karena mengoordinasikan penjemputan korban.

Sementara itu, salah satu pelaku lainnya diketahui melakukan penusukan berulang kali menggunakan gunting bekas hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Peran JMA sebagai inisiator yang memerintahkan pelaku lain untuk menjemput korban,” tegas Bayu.

Kontributor 1