Sebelum usia 12 bulan, orang tua sebaiknya hanya memberikan ASI atau susu formula saja. Sebab, ada beberapa alasan mengapa susu murni masuk dalam daftar minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi.
Dilansir dari healthychildren.org susu sapi hanya memiliki sedikit zat besi, vitamin C, dan nutrisi lain yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang tepat. Susu sapi juga tidak mengandung jenis lemak yang baik untuk pertumbuhan bayi.
Susu sapi bahkan dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada bayi karena protein susu sapi dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus sehingga menyebabkan hilangnya darah dalam tinja.
Setelah lebih dari satu tahun, anak baru boleh diberi susu sapi, itu pun yang sudah dipasteurisasi misalnya UHT. Asupannya juga dibatasi maksimal 2 cangkir (sekitar 16 ons) saja per hari.
Pemberian susu lebih dari 24 ons per hari dapat menyebabkan anak kekurangan zat besi, jika tidak didampingi dengan pemberian makanan yang mengandung zat besi tinggi.
7. Jus

(Ilustrasi: Pexels/pixabay)
Jus buah dan sayur sebelum usia 12 bulan tidak dianjurkan untuk diberikan terlalu banyak. Orang tua hanya boleh memberikan jus murni sebanyak 4 ons atau kurang dalam sehari.
Buah utuh dapat menjadi pilihan yang lebih sehat untuk anak daripada jus buah. Jus buah tidak memberikan manfaat kesehatan seperti buah utuh karena serat dalam jus sudah berkurang.
Dilansir dari laman Dental Associates Blog, nilai gizi dalam jus sangat sedikit dan memberikan kontribusi negatif bagi kesehatan mereka secara keseluruhan, meskipun anak-anak menyukai rasa manis dari jus buah.
Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas
BUDAYA
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
Pelatihan Bahasa Sastra Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Libatkan Teknologi Digital untuk Peningkatan Kualitas
GAYA HIDUP
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas