Kabar Terkini Krisis Demografi di China 2023, Jadi yang Terparah Sejak 1961


Warning: Undefined array key "_wpupa_attachment_id" in /www/wwwroot/harianejogja.com/ext/wp-user-profile-avatar/templates/wp-author-box-social-info.php on line 90

Warning: Trying to access array offset on null in /www/wwwroot/harianejogja.com/ext/wp-user-profile-avatar/templates/wp-author-box-social-info.php on line 90

Krisis demografi ini diduga karena angka kelahiran di China yang mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kabar terakhir menyebutkan tingkat kelahiran di China hanya 6,77 kelahiran per 1.000 orang.

Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan di 2021 di mana terdapat 7,52 kelahiran per 1000 orang.

BACA JUGA:  Data RM BTS Diakses Ilegal, Begini Nasib Pelakunya

Dampak Kabar Terkini Krisis Demografi di China 2023

Kabar terkini krisis demografi di China 2023
Penurunan populasi di China disebut bisa sebabkan krisis tenaga kerja. (Ilustrasi: Pexels/Sabel Blanco)

Pakar demografi dan peneliti asal University of Wisconsin-Madison, Yi Fuxian, memaparkan bahwa prospek demografi dan ekonomi China jauh mengerikan daripada yang diperkirakan.

Negara tersebut harus menyesuaikan kebijakan sosial, ekonomi, pertahanan, dan luar negerinya untuk menghadapi krisis demografi ini.

Yi juga menambahkan bahwa pertumbuhan demografi yang negatif akan berdampak pada penyusutan tenaga kerja dan penurunan dalam bidang manufaktur.

Sebagai imbasnya, kondisi tersebut akan semakin memperburuk harga-harga yang tinggi dan inflasi yang tinggi di Amerika Serikat dan Eropa.

Meskipun demikian, hal tersebut dibantah oleh pihak pemerintah China.

Menanggapi isu krisis demografi di China, kepala Data Statistik Birokrasi Nasional, Kang Yi menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari grafik negatif ini.

BACA JUGA:  8 Isi Tas Darurat Bencana Wajib Disiapkan, Ini Jenis Obat-obatan yang Harus Dimasukkan

Meskipun kabar terkini krisis demografi di China 2023 beredar di masyarakat dan menjadi perbincangan dunia internasional, pasokan tenaga kerja secara keseluruhan disebut masih melebihi permintaan. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)

Admin