Hukum Bersenggama Saat Puasa Ramadhan, Tak Hanya Batal Tapi Juga Wajib Bayar 1 dari 4 Denda Seperti Ini

HARIANE JOGJA Berikut ini hukum bersenggama saat puasa Ramadhan yang perlu diketahui agar terhindar dari membayar kafarat/kifarat (denda).

Diketahui bahwa bersenggama atau berhubungan badan antara suami dan istri dapat merusak puasa atau dalam arti membatalkan puasa.

Bahkan, hukum bersenggama saat puasa Ramadhan ini memiliki ketentuan khusus. Dimana bagi yang melakukannya juga diwajibkan untuk membayar kafarat.

Aturan ini berlaku apabila hubungan seks antara suami istri tersebut dilakukan saat puasa atau pada siang hari sesuai dengan ketentuan puasa.

Dimana puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal lain yang membatalkan puasa dari matahari terbit atau subuh hingga matahari terbenam atau maghrib.

Berhubungan seks atau jima’ merupakan salah satu yang membatalkan puasa, dan memiliki konsekuensi khusus.

Ada beberapa hal yang membatalkan puasa dan mengandung konsekuensi khusus seperti membayar fidyah, atau cukup dengan mengganti atau meng-qadha saja.

Kaffarat dalam Hukum Bersenggama Saat Puasa Ramadhan

Disebutkan oleh situs Muhammadiyah, dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim terdapat penjelasan mengenai hukum bagi orang yang melakukan jima’ siang hari di bulan Ramadan dalam keadaan puasa.

Dalam Hadis itu dinyatakan bahwa hukum bersenggama saat puasa Ramadhan dalam keadaan puasa harus melakukan salah satu dari pilihan yang dalam bahasa fikihnya disebut dengan kafarat.

Adapun kafarat bagi orang yang berjima’ adalah sebagai urutan berikut:

1. Memerdekakan seorang hamba sahaya

Admin