Dikutip dari Familiesmagazine dan WebMD, terdapat langkah-langkah mengobati seseorang bila tersengat ubur-ubur ini, yaitu sebagai berikut.
1. Segera cuci luka dengan air laut untuk membersihkan tentakel yang masih menempel di luka bagian tubuh manapun itu.
Bila tidak bisa segera lepaskan tentakel dengan ujung jari. Biasanya tentakel tidak dapat menyengat di permukaan kulit yang keras di jari.
2. Jangan menyentuh, mengusap atau bahkan menggosok luka bekas sengatan ubur-ubur pantai selatan ini.
Tindakan meraba/menyentuh, mengusap, dan menggosok luka bekas tersengat ubur-ubur bisa memperparah keadaan.
3. Sediakan air panas dan segera benamkan luka di air panas tersebut.
Air panas akan merubah protein yang ada dalam bisa sehingga tidak menyakitkan lagi. Air panas 40 derajat Celcius terbukti menghilangkan rasa sakit dalam waktu 10 menit.
4. Bila tidak ada air panas dan fasilitas perendaman, gunakan air sedingin es.
Kompres luka dengan air es. Air es akan meredakan reaksi tubuh terhadap bisa dari tentakel ubur-ubur ini.
Bagi orang normal tanpa ada alergi, sengatan ubur-ubur di Pantai Parangtritis ini tidak mengakibatkan bahaya secara medis. Tapi diharapkan tetap waspada bila berwisata saat musim ubur-ubur di pantai selatan Jogja. **** (Kontributor: Hans Sukma Putra).
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com
- 1
- 2
Penulis dan Editor
-
Kontributor 9
-
Dyah Ayu
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas
BUDAYA
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
Pelatihan Bahasa Sastra Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Libatkan Teknologi Digital untuk Peningkatan Kualitas
GAYA HIDUP
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas