Pasar Kakilangit, Destinasi Wisata Kuliner Jogja yang Wajib Dikunjungi Saat Berlibur ke Kota Budaya

Di sini tidak menerima mata uang Rupiah, baik kertas maupun logam. Melainkan menggunakan kreweng, koin kayu khas Pasar Kakilangit yang dipakai untuk berbelanja.

Tidak perlu bingung, karena nominal yang tertera di koin kayu kreweng sesuai dengan nominal Rupiah yang umum digunakan. Misalnya koin angka “5” setara Rp5.000, dan koin angka “10” setara dengan Rp10.000.

Jadi, wisatawan harus menukarkan Rupiah dengan kreweng sebelum berbelanja di Pasar Seni Kakilangit.

Setelah itu, wisatawan baru bisa menjajal berbagai kuliner legendaris khas Pasar Kakilangit.

Di antaranya gudeg manggar, thiwul, kicak, cemplon, lemet, sayur bobor, sayur jambu mete, sambal terong, sambal jenggot, mie lethek, pecek, dan berbagai kuliner legendaris lainnya.

Uniknya lagi, demi menjaga kelestarian alam, di sini tidak menggunakan plastik atau styrofoam, cara penyajian makan di Pasar Kakilangit sangat ramah lingkungan, yakni menggunakan perkakas tradisional, seperti mangkuk dari tempurung kelapa, piring dari anyaman rotan, alat makan dari bambu, hingga daun pisang untuk membungkus makanan yang dibawa pulang.

BACA JUGA:  Warung Kopi Klotok Jogja di Jalan Kaliurang, Salah Satu Spot Kuliner dengan Menu Tradisional

Kegiatan Seru di Pasar Kakilangit

Pengunjung memainkan permainan gasing tradisonal di Pasar Kakilangit. (Foto: instagram/pasarkakilangit)

Bukan hanya sekadar mencicipi berbagai kuliner legendaris yang khas saja, di Pasar Seni Kakilangit wisatawan juga bisa menikmati kesenian khas Desa Wisata Kakilangit.

Ichsan Muttaqin