Mengenal Sejarah Bakpia Pathok Jogja, Oleh-oleh Lezat Khas Yogyakarta yang Berasal dari Tionghoa

BACA JUGA:  4 Penjual Miras Oplosan di Jogja Diamankan, Terancam 15 Tahun Penjara

Modifikasi tersebut menghasilkan cita rasa bakpia yang sesuai dengan selera masyarakat Yogyakarta. Mulai saat itu, bakpia banyak digemari dan berhasil diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Cikal Bakal Berkembangnya Sejarah Bakpia Pathok Jogja

sejarah Bakpia Pathok Jogja
https://www.instagram.com/p/Cmnw4dYB9XU/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D

Memasuki 1980-an, bakpia semakin populer dan mulai muncul beberapa produsen rumahan di kawasan Kampung Pathuk. Para penjual membuka toko di rumah masing-masing untuk memasarkan bakpia.

Bakpia tersebut dikemas menggunakan kardus atau kertas karton yang kemudian dikenal dengan Bakpia Pathok. Meskipun sama-sama menjual bakpia, setiap produsen memiliki nama merek tersendiri.

Konon, nomor rumah produksi di Kampung Pathuk menjadi awal mula masing-masing merek bakpia, seperti Bakpia Pathok 25, Bakpia Pathok 75, dan seterusnya.

Seiring berjalannya waktu, muncul merek-merek lain yang tidak menggunakan kode nomor rumah produksi, misalnya Bakpia Kurnia Sari, Bakpia Vista, dan Bakpia Djava.

Inovasi Varian Rasa Bakpia Pathok yang Beragam

sejarah Bakpia Pathok Jogja
Bakpia Pathok kini jadi punya banyak rasa tak sekedar kacang hijau. (Foto: Instagram/chefeddry)

Meskipun tergolong kudapan tradisional, bakpia hingga kini masih menjadi idola dan diburu oleh para wisatawan. Berbagai inovasi juga dilakukan untuk menarik minat konsumen.

Bakpia Pathok saat ini tidak hanya berisi kacang hijau, namun terdapat varian isian lain, seperti coklat, kumbu hitam, keju, nanas, durian, coklat kacang, cappucino, ubi ungu, dan kimpul.

Admin