HARIANE JOGJA – Jerome Polin trending di Twitter lagi usai dihujat terkait videonya bersama 2 content creator lainnya.
Diketahui kedua content creator sekaligus mahasiswa co-ass UI tersebut adalah Ekida dan Farhan. Keduanya bersama Jerome merupakan talent di bawah naungan Mantappu Corp.
Video yang menyebabkan Jerome Polin dihujat lagi menampilkan ketiganya yang mengenakan busana layaknya dokter dengan ditambahkan keterangan yang dianggap nir-empati.
Sebelumnya, Jerome juga telah trending di Twitter pasca dikritik dan dihujat karena seorang WNI di Jepang mengatakan bahwa kontennya melanggar privasi orang Jepang. Jerome juga dianggap kurang sopan atau tidak bisa membaca situasi.
6 Fakta Jerome Polin Trending di Twitter Karena Dihujat Lagi
Seperti dilansir dari unggahan video oleh akun Instagram @farhanfirms, nampak Jerome bersama dengan dua content creator lainnya, yakni Ekida dan Farhan yang merupakan saudara kembar.
Dalam video tersebut, ketiganya nampak mengenakan busana seperti dokter melakukan gerakan-gerakan joged sambil diiringi musik.
Kemudian yang menjadi perhatian ialah keterangan yang tertulis dalam video tersebut.
“Mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” tulis keterangan dalam video tersebut.
Video tersebut kemudian menjadi penyebab Jerome Polin kembali dihujat oleh netizen.
Namun, kini video tersebut telah dihapus dari akun Instagram dan TikTok Farhan menyusul kontroversi yang telah ditimbulkan.
Inilah beberapa fakta terkait Jerome Polin dihujat lagi, mulai dari awal mula hingga kini telah sampai ke pihak FKUI.
1. Bermula dari Video yang Dianggap Nir-empati
Video tersebut kemudian di-capture oleh akun Instagram @ppds_julid dan diupload ke IG Story oleh akun tersebut dengan menambahkan tanggapan terhadap video itu.
Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas
BUDAYA
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
Pelatihan Bahasa Sastra Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Libatkan Teknologi Digital untuk Peningkatan Kualitas
GAYA HIDUP
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas