Erupsi Hawaiian diambil dari nama pulai Hawaii, yang merupakan pulau vulkanik di tengah Samudera Pasifik. Erupsi ini ditandai dengan mengalirnya lava cair dari kawah dalam waktu lama.
Selanjutnya, Erupsi Strombolian diambil dari nama sebuah gunung api Stromboli di Italia. Jika erupsi Hawaiian ditandai dengan lava cair, maka Erupsi Strombolian mengeluarkan erupsi lava cair dan serpihan dalam jumlah yang kira – kira sama.
Sedangkan Erupsi Vulkanian yang diambil dari nama gunung berapi yang juga ada di Italia, ditandai dengan adanya kubah lava pada jalur magma, sehingga diperlukan tekanan untuk melontarkan sumbatan tersebut.
Erupsi Vulkanian biasanya ditandai dengan adanya asap tebal yang membumbung tinggi dari kawah gunung api. Erupsi ini terbagi dari tingkat lemah hingga katastropik.
Gunung Merapi memiliki erupsi yang masuk kategori Vulkanian lemah, dengan ciri khas adanya peranan kubah lava dalam tiap-tiap erupsinya.
Awan Panas
Fakta Gunung Merapi selanjutnya adalah soal karakter awan panas yang seringkali dikeluarkan gunung dengan ketinggian 2.910 mdpl ini.
Istilah awan panas digunakan untuk menyebut partikel – partikel yang terlontar dan tersuspensi menjadi semacam gas atau awan yang keluar pada saat erupsi terjadi.
Jenis awan panas sendiri terbagi menjadi awan panas letusan dan awan panas guguran. Awan panas letusan terjadi akibat hancuran magma.
Sedangkan awan panas guguran diakibatkan oleh runtuhnya kubah lava yang bersuhu 500 – 600 derajat Celcius yang diakubatkan oleh tekanan magma dan gravitasi.
Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas
BUDAYA
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
Pelatihan Bahasa Sastra Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Libatkan Teknologi Digital untuk Peningkatan Kualitas
GAYA HIDUP
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
Rakyat Marah! Aliansi Jogja Memanggil Geruduk DPRD DIY, Tuntut RUU TNI Dibatalkan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Alihkan Dana Mobil Dinas untuk Gerobak Sampah
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2025-2030 Harda Kiswaya-Danang Maharsa Resmi Dilantik Presiden Prabowo
Uji Coba Direct Train Jakarta-Jogja: Persiapan Transportasi Nataru
Cuaca Ekstrem di Gunungkidul Sebabkan 9 Titik Longsor, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
7 Jalur Alternatif di Gunungkidul Saat Puncak Liburan Nataru Agar Terhindar dari Kemacetan
Trans Jogja Dinilai Tidak Ramah bagi Penyandang Disabilitas